BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berjanji terus mengupayakan pembenahan jalan usaha tani untuk memudahkan petani mengangkut hasil pertanian di daerah itu. Sebab selama ini para petani masih kesulitan mengangkut hasil pertanian karena terkendala akses jalan.

"Kita akan mencoba untuk memenuhi segala kebutuhan petani, termasuk memenuhi jalan usaha tani yang dapat dilalui dengan baik untuk mengangkut hasil pertanian," kata Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi, Selasa (26/7/2016).‎

Selama ini Supian Hadi mengakui, tidak sedikit petani mengeluhkan terkait akses jalan usaha tani yang masih sulit dilalui untuk mengangkut hasil pertanian.

‎Menurutnya, pembenahan jalan usaha tani masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah melalui dinasnya. Namun karena terbatasnya anggaran maka pembenahan itu dilakukan secara bertahap.

"Kita masih terus membenahi jalan usaha tani, bahkan di beberapa sentra pertanian jalan usaha tani sudah diaspal sehingga mudah untuk dilalui saat mengangkut hasil pertanian," katanya.

Pemerintah Kotim berupaya mewujudkan Kotim sebagai daerah penghasil beras di Kalimantan Tengah dan akan terus berupaya memperhatikan para petani ini.

Untuk itu dia sudah memerintahkan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersama PPL di semua wilayah terutama di wilayah selatan terus mendampingi para petani untuk menginventarisir segala kebutuhan petani. Baik itu kebutuhan pupuk bersubsidi, pestisida hingga alat-alat pertanian untuk menunjang aktivitas petani.

"Kita ingin program itu harus benar-benar menyentuh kebutuhan petani, jangan sampai ada program tapi tidak menyentuh kebutuhan petani, termasuk pembenahan jalan usaha tani itu," katanya.

Seorang petani di Desa Lempuyang Kecamatan Teluk Sampit, Rudi mengaku, banyaknya jalan usaha tani yang masih sulit dilalui menjadi kendala perkembangan ekonomi pertanian di Kotim.

Dia menceritakan, seperti yang sering dialami oleh banyak petani di Kecamatan Teluk Sampit, mereka selalu kesulitan mengangkut hasil panen. Bahkan pernah saat musim hujan berton-ton hasil panen padi tidak bisa diangkut keluar karena jalan usaha tani rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan.

"Karena itu kita berharap agar pemerintah dapat membenahi jalan usaha tani sehingga dapat dilalui dengan baik untuk mengangkut hasil panen," harapnya. (RAFIUDIN/m)‎