SEMARANG –
**Borneonews - Pekalongan**, Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, telah resmi membentuk relawan yang dikenal sebagai sahabat perempuan dan anak. Relawan ini bertugas untuk menunjang upaya perubahan sosial yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan dan melindungi anak-anak. Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, mengungkapkan bahwa relawan yang terdiri dari 31 anggota ini lahir sebagai respon terhadap meningkatnya kekerasan terhadap anak serta perempuan. Fokus utama mereka adalah mengatasi masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang merupakan salah satu isu sosial yang mendesak. "Para relawan sahabat perempuan dan anak diharapkan untuk mengambil peran aktif di lapangan, mencegah segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujar Afzan pada hari Rabu. Dia menjelaskan bahwa penyebab kekerasan dalam rumah tangga saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan dengan masa lalu. Dulu, masalah ekonomi menjadi faktor dominan, sedangkan saat ini, berbagai faktor lain seperti hubungan di luar nikah dan kecanduan judi daring juga berkontribusi. Afzan memberikan contoh kasus yang berujung pada tindakan ekstrem, seperti seorang istri yang membakar suaminya akibat masalah ini. Afzan menegaskan pentingnya kerjasama semua elemen masyarakat untuk mengatasi KDRT hingga ke titik nol. Ia berharap agar bukan hanya pemerintah yang bertanggung jawab, tetapi juga tokoh masyarakat, media, dan seluruh lapisan masyarakat untuk berperan serta. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Pekalongan, Puji Winarni, menambahkan bahwa relawan ini berfungsi sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Mereka siap menjawab dan menanggapi kebutuhan masyarakat yang berhubungan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak. "Jika ada laporan atau permintaan bantuan dari masyarakat mengenai kekerasan tersebut, relawan ini akan segera mengambil tindakan. Kami juga telah menyiapkan saluran komunikasi yang cepat agar informasi dapat tersampaikan dengan segera," ungkap Puji. ANTARA