SURABAYA –
**Borneonews - Malang Raya**, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, memberikan dorongan untuk mengembangkan PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Artha Desa yang berlokasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, agar dapat diadopsi oleh daerah-daerah lain di Indonesia. Dalam pernyataannya di Kabupaten Malang, Abdul Halim Iskandar menjelaskan bahwa keberadaan PT LKM Artha Desa merupakan sebuah langkah penting dalam pembangunan ekonomi pada tingkat mikro. Ia menekankan pentingnya memiliki contoh yang baik agar daerah lain dapat meniru keberhasilan tersebut. "Tanpa adanya contoh yang konkrit, akan sangat sulit untuk mengimplementasikan suatu program, namun sekarang kita telah memiliki model dari Kabupaten Malang yang bisa dijadikan rujukan," ujarnya, menggunakan sapaan akrabnya, Gus Halim. Gus Halim juga menambahkan bahwa proses replikasi LKM ini masih akan mengikuti mekanisme yang baku, yang melibatkan peran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pendamping. Ia mencatat bahwa meskipun struktur dasarnya akan mirip, kebutuhan pendanaan di masing-masing daerah mungkin perlu disesuaikan dengan kondisi lokal yang berbeda. "Kita perlu menilai aspek mana yang bisa disesuaikan atau dimodifikasi sebagaimana yang telah diterapkan di Kabupaten Malang," jelasnya. Selanjutnya, Gus Halim menyebutkan bahwa PT LKM Artha Desa bukan hanya berfungsi untuk layanan simpan pinjam, tetapi juga menyediakan layanan tabungan kepada masyarakat dengan cara yang aman. Ia merujuk pada peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang memberikan jaminan, sehingga layanan ini setara dengan yang ditawarkan oleh bank. "Dari segi keamanan, rakyat dapat menyimpan dana mereka karena telah ada jaminan dari negara," katanya. Di kesempatan yang sama, Bupati Malang, M Sanusi, mengatakan bahwa pembentukan PT LKM Artha Desa adalah suatu inovasi yang terus dikembangkan. Lembaga ini merupakan hasil kolaborasi dari 28 Lembaga Keuangan Desa (LKD) dan satu Badan Usaha Milik Desa dengan modal awal sebesar Rp1 miliar. "Inisiatif ini menggambarkan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan usaha mereka. Tentu saja, kami berharap lebih banyak inovasi untuk BUMDes ke depan," ujarnya. Sanusi mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan PT LKM Artha Desa untuk memastikan keberlanjutan program tersebut. "Sangat penting untuk terus memajukan pendidikan dan modal agar perusahaan ini dapat berkembang lebih jauh," tutupnya. ANTARA