JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah bekerjasama dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), atau yang lebih dikenal dengan nama Pelni, untuk menyediakan kapal KM Kelud sebagai akomodasi terapung di Pelabuhan Malahayati, Aceh. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk acara Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang digelar di Aceh dan Sumatera Utara. Kehadiran akomodasi terapung ini dianggap sebagai solusi yang inovatif, terutama dalam menghadapi keterbatasan fasilitas penginapan di Provinsi Aceh. Melalui penyediaan tempat tinggal di kapal, baik tamu, tim pendukung, maupun para suporter akan memiliki pilihan akomodasi yang nyaman tanpa dikenakan biaya. Menurut Hartanto, selaku Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut di Kemenhub, pengalaman menginap di atas kapal KM Kelud diyakini dapat meninggalkan kenangan yang tak terlupakan bagi para pengunjung. Mereka berkesempatan untuk bersantai dan menikmati panorama laut secara langsung, sekaligus merasakan suasana baru yang berbeda dari penginapan konvensional. Hartanto juga berharap semoga akomodasi terapung tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberikan kontribusi positif terhadap keberhasilan pelaksanaan PON XXI yang akan berlangsung. KM Kelud sendiri memiliki kapasitas untuk menampung hingga 2.000 penumpang dan saat ini melayani rute reguler antara Jakarta, Batam, dan Medan. Kapal ini mendapatkan peningkatan fasilitas dan pembaruan tampilan pada tahun 2023, termasuk area khusus untuk *tenant* dan hiburan yang menjadi daya tarik bagi para penumpangnya. PON XXI Aceh-Sumut akan berlangsung dari tanggal 8 hingga 20 September 2024, meskipun beberapa pertandingan sudah dimulai sejak akhir Agustus 2024. Sebanyak 65 cabang olahraga akan ditandingkan dalam acara besar ini, mencakup berbagai disiplin mulai dari tradisional hingga modern. Pembukaan resmi PON XXI 2024 akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada hari Senin, 9 September. Acara ini diharapkan menjadi yang terbesar dalam sejarah penyelenggaraan PON, melibatkan hampir 13.000 atlet dan lebih dari 6.000 ofisial. Selain itu, edisi kali ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan di dua provinsi sebagai tuan rumah bersama, yaitu Aceh dan Sumatera Utara. ANTARA