BANDUNG –
**Borneonews - Bandung**, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung menginformasikan bahwa hampir seluruh wilayah Jawa Barat (Jabar) telah mencapai fase peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Pergeseran musim ini menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. Yuni Yulianti, selaku Staf Data dan Informasi di BMKG Bandung, menyampaikan bahwa di kawasan Bandung Raya dan beberapa area lain di Jawa Barat, proses transisi musim sudah mulai terlihat. Menurut prediksi dari BMKG, diperkirakan musim hujan di Jabar akan resmi dimulai pada awal bulan Oktober. Tanda-tanda peralihan cuaca ini sudah tampak, ditandai dengan meningkatnya intensitas hujan yang terjadi pada waktu sore hingga malam hari. "Kondisi ini muncul seiring dengan melemahnya angin *Monsun Australia* yang selama ini dominan, serta peningkatan jumlah awan konvektif yang signifikan," jelas Yuni. Selama dua hari ke depan, BMKG memprediksi potensi hujan dengan intensitas yang bervariasi, mulai dari ringan hingga sedang, baik saat siang, sore, maupun malam hari. Yuni mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terjadinya hujan. Dijelaskan lebih lanjut, Jawa Barat telah melewati puncak musim kemarau yang terjadi pada bulan Juli dan Agustus, dan saat ini memasuki fase transisi yang diharapkan akan berlanjut hingga Oktober. Namun, ada beberapa daerah tertentu, seperti Tasikmalaya, Pangandaran, Karawang, Bekasi, Subang, dan Indramayu, yang diperkirakan akan mengalami awal musim hujan pada awal hingga tengah bulan November. Yuni turut menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang bisa terjadi, seperti hujan deras, angin kencang, dan petir. "Di masa peralihan seperti ini, hujan biasanya disertai dengan kilat akibat pertumbuhan awan hujan tipe *cumulonimbus*," imbuhnya. ANTARA