**Borneonews - Banjar Baru, Kalimantan Selatan**, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sebanyak 500 anggota komponen cadangan (komcad) yang baru saja dilantik di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, akan berfungsi untuk memperkuat pertahanan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pelantikan ini berlangsung pada hari Rabu dan dihadiri oleh sejumlah pejabat militer.
Para anggota komcad tersebut merupakan warga sipil yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Mereka telah menjalani pelatihan dasar kemiliteran selama kurang lebih dua bulan di Rayon Induk Militer VI/Mulawarman, Banjar Baru. Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan mereka sebagai cadangan dalam sistem pertahanan negara.
Dalam amanat yang dibacakan oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Letjen TNI Tandyo Budi Revita, Prabowo menekankan bahwa pembentukan komcad dalam Kodam VI/Mulawarman adalah salah satu langkah strategis dalam upaya menjaga pertahanan nasional di Pulau Kalimantan, serta untuk membantu keamanan IKN.
Menhan Prabowo juga menjelaskan bahwa keberadaan komponen cadangan ini merupakan bagian dari strategi pertahanan berlapis yang dirancang untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan menyebutkan pentingnya pertahanan militer, ia menyoroti bahwa penjagaan terhadap kemungkinan agresi dari pihak luar, baik di wilayah perairan maupun daratan, harus dilakukan dengan strategi yang terpadu dan menggabungkan taktik perang gerilya. Hal ini juga didukung oleh penggunaan teknologi modern yang melibatkan seluruh unsur kekuatan nasional, termasuk komponen cadangan.
Lebih lanjut, Prabowo menyebutkan bahwa Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 mengatur tentang pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara. Menurut Pasal 1 ayat 9 undang-undang tersebut, sumber daya nasional dalam konteks pertahanan harus dimobilisasi untuk memperkuat komponen utama, yaitu Anggota TNI.
Ia menekankan bahwa saat Presiden Republik Indonesia memutuskan untuk memobilisasi komponen cadangan ini dengan persetujuan DPR, mereka akan memiliki status sebagai kombatan dan harus mematuhi semua aturan militer yang berlaku, termasuk hukum pidana militer. Namun, di luar masa mobilisasi, mereka tetap berstatus sebagai warga sipil, dan terikat dengan sistem hukum umum.
Dalam kesempatan yang sama, Menhan Prabowo juga mengingatkan anggota komcad untuk terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi pribadi mereka setelah menyelesaikan pelatihan di Rindam VI/Mulawarman. Ia mengingatkan agar setiap anggota menjaga nama baik komponen cadangan yang mereka wakili.
Pembentukan komponen cadangan pertama kali dilaksanakan pada tahun 2021 berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2021. Program yang digagas oleh Menhan Prabowo ini dilaksanakan setiap tahun dengan total 9.074 warga sipil yang telah direkrut untuk mendukung tiga matra TNI hingga bulan September 2024. Ini menandakan komitmen yang kuat dalam memperkuat sistem pertahanan negara melalui sumber daya manusia yang terlatih.
ANTARA
500 Anggota Komponen Cadangan Dilantik untuk Pertahanan IKN
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Komentar (0)
Memuat komentar…







