JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Tonny Harjono, menyatakan bahwa tidak ada masalah jika Angkatan Siber yang direncanakan untuk dibentuk di dalam tubuh TNI turut melibatkan personel sipil dengan tujuan profesional. Dalam pernyataan yang disampaikan usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada hari Rabu, ia menegaskan pentingnya tujuan dari pembentukan organisasi tersebut. "Yang terpenting adalah tujuan dari organisasi ini terkait dengan apa. Kami tidak mempermasalahkan apakah personelnya berasal dari sipil ataupun militer," ujarnya. Marsekal Tonny juga mengungkapkan kesiapan TNI Angkatan Udara apabila Angkatan Siber tersebut resminya dijadikan matra keempat. Ia menjelaskan bahwa saat ini TNI AU telah memiliki satuan yang khusus menangani masalah pertahanan siber. "TNI AU sudah memiliki satuan siber yang berada di bawah Dinas Pengamanan," tambahnya. Menurutnya, saat ini personel yang bertugas di satuan siber TNI AU telah menempuh pendidikan yang relevan dalam bidang siber. Para personel tersebut telah memiliki latar belakang pendidikan di bidang informasi dan teknologi (*IT*). "Mereka yang memiliki dasar ilmu di bidang *IT* akan mengisi satuan siber. Untuk langkah selanjutnya, tentu akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh TNI," jelasnya lebih lanjut. Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima perintah dari Presiden Joko Widodo untuk membentuk Angkatan Siber sebagai matra keempat dalam TNI. "Saya telah diperintahkan oleh Presiden. Kemarin, saat pidato di MPR, beliau meminta saya untuk membentuk TNI Angkatan Siber," ucapnya setelah menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta pada hari Selasa. Jenderal Agus menambahkan bahwa satuan siber ini akan berbeda dari satuan-satuan lain di TNI. Satuan ini kemungkinan besar akan diisi oleh lebih banyak personel sipil, dan rekrutmen untuk Angkatan Siber akan lebih mengutamakan keahlian yang relevan. ANTARA