KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, melakukan inspeksi mendadak bersama tim pengendalian inflasi daerah (TPID) ke beberapa pasar tradisional di kota tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau dan memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat. "Setelah melakukan sidak, kami mendapatkan informasi bahwa harga bahan pokok masih dalam keadaan terkendali, yang berarti tidak ada kenaikan signifikan pada harga barang-barang tersebut," ungkap Linus saat memberikan keterangan di Kupang. Dalam sidak tersebut, ditemukan bahwa harga beberapa komoditas pangan seperti ikan kembung besar dijual dengan harga Rp50 ribu, dengan rata-rata satu penjual menawarkan sembilan hingga sepuluh ekor. Ikan tuna saat ini dihargai Rp30 ribu per kilogram, sementara ikan cakalang mengalami penurunan harga menjadi Rp17 ribu per kilogram, dibandingkan dengan harga Rp22 ribu per kilogram pada minggu sebelumnya. Selanjutnya, ikan tenggiri dijual seharga Rp35 ribu per kilogram. Untuk ayam potong, harga bervariasi sesuai dengan beratnya. Ayam dengan berat 2 kilogram dihargai Rp70 ribu, ayam 1,6 kilogram seharga Rp60 ribu, dan ayam dengan berat 1,2 kilogram dijual seharga Rp50 ribu. Linus juga mencatat bahwa harga telur tetap stabil, dengan satu rak telur dijual dengan harga Rp55 ribu. Di sisi lain, harga cabai rawit tidak mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Cabai rawit dijual dengan harga Rp20 ribu per kilogram, cabai keriting Rp50 ribu per kilogram, dan cabai merah besar Rp40 ribu per kilogram. Sementara itu, bawang putih dipasarkan dengan harga Rp45 ribu per kilogram, dan bawang merah serta kacang hijau masing-masing dihargai Rp15 ribu per kilogram dan Rp20 ribu per kilogram. Mantan Kepala Dinas Pendidikan NTT ini menegaskan komitmennya dalam mempertahankan stabilitas harga kebutuhan pokok. Dia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Kupang berupaya untuk terus menjamin harga sembako yang stabil melalui berbagai langkah, seperti menggelar pasar murah, melakukan inspeksi ke distributor dan pasar, serta memberikan bantuan sembako kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Kupang. ANTARA