MANOKWARI –
**Borneonews - Sorong**, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) telah meluncurkan aplikasi Srikandi dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan administrasi di lingkungan perkantoran. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat memperbaiki sistem yang sebelumnya masih bergantung pada dokumen berbasis kertas. George Yarangga, yang menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan di Setda Provinsi Papua Barat Daya, memberikan penjelasan mengenai inisiatif ini. Ia menekankan bahwa pengimplementasian aplikasi Srikandi menjadi langkah krusial dalam memanfaatkan teknologi modern untuk administrasi pemerintahan. Penerapan ini juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 mengenai sistem pemerintahan berbasis elektronik. Aplikasi Srikandi dianggap sebagai inovasi yang signifikan dalam menciptakan sistem informasi yang terintegrasi, dinamis, dan efisien untuk pengarsipan. Menurut Yarangga, sistem ini akan mempercepat pengelolaan, pencairan, dan akses data arsip dengan lebih akurat. Tujuan utama dari penerapan aplikasi Srikandi adalah untuk mendukung terciptanya pemerintahan yang baik, transparan, dan bersih. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara berbagai lembaga, termasuk Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Badan Siber dan Sandi Negara RI. Dalam aplikasi tersebut terdapat berbagai fitur yang dirancang untuk memudahkan pengguna dalam melaksanakan korespondensi kedinasan dengan cepat dan efisien. Yarangga berharap agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya segera mengadopsi aplikasi ini untuk pengelolaan arsip kedinasan yang lebih baik. Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya telah mengadakan bimbingan teknis dan pendampingan bagi seluruh OPD terkait penggunaan aplikasi Srikandi pada 10 September 2024. Kegiatan ini diharapkan dapat memfasilitasi transisi menuju sistem yang lebih modern dan terintegrasi. ANTARA