KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui siaran di Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) memberikan edukasi mengenai penyebab dan penanganan sembelit, Rabu, 11 September 2024.

dr Erny Indrawati dari RSUD Kapuas menguraikan bahwa sembelit merupakan tanda bahwa usus tidak berfungsi dengan baik, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya asupan serat, air, dan aktivitas fisik. 

Penyakit metabolik seperti diabetes, gangguan kelenjar tiroid, serta konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan sembelit.

Pada bayi dan anak-anak, sembelit bisa disebabkan oleh perubahan pola makan, pemberian susu formula yang terlalu kental, atau adanya gangguan pada usus besar seperti penyakit Hirchsprung. 

Sementara itu, pada orang dewasa, sembelit bisa dicegah dengan mengubah pola hidup. "Seperti memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya serat, minum air minimal dua liter sehari, dan berolahraga secara teratur," katanya.

--page

Ia juga menyarankan agar masyarakat tidak mengabaikan dorongan untuk BAB dan menjaga rutinitas buang air besar pada waktu yang sama setiap hari. 

Bagi bayi yang mengalami sembelit, beberapa langkah seperti memberikan lebih banyak cairan, melakukan olahraga ringan, dan memandikan bayi dengan air hangat dapat membantu melancarkan BAB.

Ia juga mengingatkan agar orangtua segera membawa bayi atau anak yang mengalami sembelit ke dokter jika kondisi tidak membaik meski sudah dilakukan perubahan pola makan.

Terakhir, agar sembelit pada wanita hamil dan menyusui ditangani dengan hati-hati, terutama dalam penggunaan obat pencahar. 

"Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan jika sembelit terus berlanjut atau disertai gejala seperti nyeri yang hebat atau keluarnya darah saat BAB," pungkasnya. (DODI/Y)