**Borneonews - Bantul**, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyatakan bahwa Kirab Budaya Merti Dusun adalah tradisi yang telah berlangsung lama dan bertujuan untuk melestarikan warisan budaya nenek moyang serta memperkuat rasa persatuan dan semangat *gotong royong* di antara masyarakat.
Dalam pernyataan yang disampaikan saat melepas arak-arakan Kirab Budaya Merti Dusun di Glodogan, Kelurahan Sidomulyo, Bupati Halim menekankan pentingnya budaya Merti Dusun sebagai sarana untuk menjaga solidaritas dan kerjasama antar warga.
Bupati Halim juga menunjukkan rasa bangganya terhadap warga Dusun Glodogan yang telah berupaya keras untuk melestarian tradisi ini, yang merupakan bagian integral dari identitas budaya mereka. Acara budaya ini diselenggarakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah, serta menjadi momen penting bagi masyarakat Glodogan untuk menguatkan silaturahmi dan mempertahankan nilai-nilai kebersamaan.
Lebih jauh, Bupati menginformasikan bahwa pemerintah saat ini memiliki sejumlah program pembangunan. Salah satu program tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dengan memberikan dana sebesar Rp50 juta kepada setiap dusun di Bantul.
Dana tersebut diharapkan bisa digunakan oleh masing-masing pedukuhan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, mengatasi masalah lingkungan, mengembangkan pendidikan anak usia dini (PAUD), hingga melakukan pembangunan fisik. Bupati mengingatkan bahwa suksesnya program-program pembangunan ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
Dalam perayaan Kirab Budaya, warga Dusun Glodogan menampilkan berbagai atraksi, termasuk arak-arakan gunungan. Gunungan tersebut merupakan simbol dari hasil bumi berbentuk kerucut yang dihiasi dengan berbagai sayur, buah, dan hasil panen lainnya. Setelah prosesi kirab, gunungan itu diarak keliling dusun sebagai lambang kesejahteraan dan keberkahan yang diharapkan dapat terus melindungi masyarakat Glodogan. Dalam tradisi ini, gunungan diperebutkan oleh warga dalam sebuah upacara yang dikenal dengan nama *ngalap berkah*, menggambarkan harapan akan kemakmuran dan rezeki.
ANTARA
Kirab Budaya Merti Dusun: Memperkuat Gotong Royong Masyarakat
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







