BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Kodim 1011 Kuala Kapuas menerima kunjungan Tim Asistensi Teknis (Asnis) Penyelenggaraan Binter Koramil tingkat Kodim tahun anggaran 2024 dari Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) pada Rabu, 11 September 2024.
Kunjungan ini dipimpin oleh Kolonel Inf Dani Adam dan disambut langsung oleh Dandim 1011 Kuala Kapuas Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto yang didampingi oleh para perwira staf.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Makodim dan dihadiri oleh para Danramil serta perwakilan Babinsa dari jajaran Kodim 1011 Kuala Kapuas.
Dandim 1011 Kuala Kapuas, Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto mengatakan bahwa kunjungan Tim Asnis ini sangat penting untuk memperkuat hubungan antar satuan serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas di lapangan.
"Kehadiran Tim Asnis Pusterad memberikan kami kesempatan untuk mengevaluasi, memperbaiki, dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan pembinaan teritorial di wilayah ini," kata Dandim.
--page
Sinergi yang terjalin antara TNI AD dengan masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga keamanan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dandim juga menekankan pentingnya peran Babinsa dan aparat teritorial lainnya dalam membina hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kunjungan kerja seperti ini menjadi sarana penting untuk berbagi pengalaman dan strategi terbaik dalam menghadapi tantangan tugas pembinaan teritorial yang semakin kompleks.
Sementara itu, Katim Asnis Kolonel Inf Dani Adam dalam sambutannya menjelaskan maksud kedatangan tim asistensi dari Pusterad.
Selain untuk bersilaturahmi, kunjungan ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang kegiatan Binter Koramil.
--page
Kolonel Inf Dani Adam menuturkan pentingnya penyelenggaraan Binter Koramil sebagai unsur terdepan dalam membina wilayah pertahanan darat, sumber daya nasional, dan kondisi sosial yang perlu diolah menjadi ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini membutuhkan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, terutama antara Satkowil dengan dinas terkait, yang harus dilaksanakan secara efektif, efisien, dan sinergis. (DODI/j)









