BORNEONEWS, Palangka Raya – Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi daerah yang banyak mendapat perhatian dibanding empat provinsi lain yang rawan kebakaran hutan dan lahan (Karlahut) oleh United Nations Development Program (UNDP). Salah satunya berupa pelatihan penanganan dini karlhutla, Kalteng-lah yang mendapat prioritas terbanyak. 

Ini mengartikan tingkat kerawanan di Kalteng cukup tinggi, atau karena kemampuan sumber daya manusia (SDM), khususny adi kawasan kalteng yang rawan terbakar, masih rendah sehingga perlu ditingkatkan. Buktinya banyak program penanganan Karlahut oleh lembaga lainnya pun, banyak menyasar Kalteng.

UNDP memanfaatkan kevakuman penanganan yang dulunya dibawah bendera REDD+. Untuk Kalteng, Badan dunia dibawah PBB ini memberikan pelatihan ke 49 desa/kelurahan. Ini jauh lebih tinggi daripada empat provinsi lain yang hanya diberikan kepada 75 desa.

“Ini kelas terbesar memang yang kita latih. Kalau untuk empat provinsi sebelumnya, itu total ada 75 desa. Kalau ini ada 49 desa di Kalteng saja,” ujar Heracles, Kordinator bidang pengendalian Karlahut untuk UNDP, Selasa (26/7/2017).

“UNDP memasilitasi kegiatan yang dulunya ditangani REDD+ itu, sekarang kan tidak lagi dan kami sekarang bekerjasama dengan kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK). Salah satunya pelatihan seperti ini. Ini pelatihan terakhir dari lima provinsi yang kita latih yaitu Riau, Jambi, Sumsel, dan Kalbar. Jadi Sebelum Kalteng ada Kalbar dulu,” tambahnya.

Tidak semua daerah mendapat pelatihan, tetapi desa/kelurahan di lima kabupaten yang disasar UNDP, yaitu Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, Kotawaringin Timur, dan Kota Palangka Raya. Menurut Heracles, karena desa/kelurahan tersebut pernah dilakukan pelatihan pada 2012.

Setiap desa terpilih, ada perwakilan 10 Tim Serbu Api atau Balakar Desa yang disasar pembekalan oleh pihaknya. Karena ada 49 desa di Kalteng, dibuat empat kali pelatihan sehingga masing-masing ada empat angkatan. 

“Total 450 orang yang dilatih.Tahun 2016 ini kegiatan sampai pada Agustus saja, ada  4 minggu pelatihan karena ada empat angkatan. Pertama, mereka diberikan pelatihan dasar pemeadaman dan pengendalian api di tanah gambut agar tidak terbakar. Dan kedua, lebih kepada leadhershipnya,” jelas dia.

Tim serbu api desa/kelurahan juga diperkuat secara institusi atau kelembagaan dan kelengkapan peralatan. Kata Heracles, ada 23 item yang diberikan kepada mereka, yang tujuannya untuk melakukan pemadaman dini yang skala kecil.

“Di luar pelatihan ini, ada bantuan fisik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat misalnya bantuan bibit jelutung, karet dan sebagainya tetapi bukan untuk lima kabupaten, hanya di dua kabupaten yaitu Kapuas dan Pulang Pisau. (ROZIKIN/m)