SEMARANG –
**Borneonews - Boyolali**, Bupati Boyolali, M. Said Hidayat, baru-baru ini menyelenggarakan wisuda bagi 460 lansia yang berasal dari 22 kecamatan di daerah tersebut. Acara ini bertujuan untuk mendorong para lansia agar tetap sehat dan mandiri dalam menjalani kehidupan mereka ke depan. Prosesi wisuda berlangsung dengan penuh khidmat, di mana Bupati M. Said Hidayat memindahkan tali toga kepada masing-masing peserta wisuda. Kegiatan ini juga didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Boyolali, Desy M. Said Hidayat, dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) pada hari Rabu. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan selamat kepada para lansia yang telah lulus dari sekolah lansia, serta menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam program tersebut. "Terima kasih kepada seluruh lansia di Kabupaten Boyolali yang telah lulus dari sekolah lansia ini," ucapnya. Kepala DP2KBP3A Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, menjelaskan bahwa sekolah lansia yang dibuka melalui kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia agar tetap sehat, tangguh, dan mandiri. Menurutnya, saat ini Kabupaten Boyolali sedang memasuki fase bonus demografi, yaitu kondisi di mana jumlah penduduk berusia produktif lebih besar dibandingkan jumlah penduduk nonproduktif. Namun, ia menegaskan bahwa tantangan di masa depan, terutama dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, adalah meningkatkan kualitas hidup lansia. Dengan adanya sekolah lansia, Ratri menekankan pentingnya memperkuat kapasitas lansia agar tetap bugar dan produktif. Program ini mencakup berbagai materi pendidikan lengkap, mulai dari kesehatan, gizi khusus untuk lansia, teknik penanganan stres untuk mendukung kesehatan mental, hingga pembelajaran keagamaan dan keterampilan lain yang relevan. Semua ini bertujuan untuk menjaga agar para lansia tetap aktif dalam aspek fisik, mental, dan sosial, serta membantu mereka mempertahankan fungsi fisik dan psikis dalam kehidupan sehari-hari. Eka Sulistia Ediningsih, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, juga memberikan pandangannya mengenai pentingnya program ini. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Boyolali telah berhasil menjaga pertumbuhan populasi dengan seimbang, sehingga daerah ini dapat memasuki fase bonus demografi dengan lebih cepat. Menyusul hingga tahun 2035, Boyolali diperkirakan berada dalam periode yang sangat berpeluang untuk mencapai kesejahteraan. Eka memberikan apresiasi kepada lansia yang bersemangat untuk mengejar ilmu meskipun di usia yang tidak lagi muda. "Mereka yang menggunakan toga saat ini adalah contoh nyata dari keberhasilan pelaksanaan Program Bangga Kencana di Kabupaten Boyolali, yang telah menghasilkan lansia-lansia tangguh," tambahnya. ANTARA