JAKARTA –
**Borneonews - Takengon, Aceh Tengah**, Atlet triathlon asal Jawa Timur, Muhammad Noval Ashidiq, menunjukkan ambisi besar untuk berpartisipasi dalam ajang Olimpiade pada masa yang akan datang. Keinginan ini semakin menguat setelah ia berhasil meraih medali emas pada nomor standar putra dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara pada tahun 2024. Dalam pernyataan yang disampaikan saat ditemui di venue triathlon di Danau Lut Tawar, Takengon, Noval menegaskan, "Target event selanjutnya adalah untuk mewakili Indonesia dalam Olimpiade." Keberhasilan Noval dalam mengukir prestasi ini tidak lepas dari catatan luar biasa yang ditorehkan. Ia menyelesaikan kompetisi dengan waktu total 2 jam, 2 menit, dan 45 detik. Rincian waktu yang ia capai sangat mengesankan: ia menyelesaikan renang sejauh 1500 meter dalam waktu 20 menit dan 4 detik, diikuti dengan lintasan bersepeda sejauh 40 km yang ia tempuh dalam 1 jam, 1 menit, dan 22 detik, dan mengakhiri perlombaan dengan lari sejauh 10 km dalam 40 menit dan 10 detik. Namun, meskipun berhasil mencatatkan waktu tercepat, Noval merasa masih ada ruang untuk perbaikan. Sebagai atlet yang baru pertama kali berkompetisi di PON, ia menyatakan bahwa ia ingin memperbaiki catatan waktunya terutama pada lari 10 km. "Di lari, saya ingin mendapatkan waktu yang lebih cepat. Saya masih merasa belum puas dengan catatan waktu saya," ungkapnya. Dalam kompetisi tersebut, Noval menunjukkan keunggulannya dan berhasil mengalahkan pesaingnya, di antaranya Aryandra Fauzi Mauludin dari Jawa Barat yang finish di posisi kedua dan Jauhari Johan dari Sumatera Selatan yang menduduki peringkat ketiga. Ia dengan rendah hati mempersembahkan medali emas yang diraihnya untuk orang tua dan teman-temannya. "Medali emas ini saya persembahkan untuk orang tua dan teman-teman," tutur Noval dengan penuh rasa syukur. Keberhasilan ini tidak hanya menandakan langkah awal yang gemilang bagi Noval, tetapi juga mencerminkan potensi atlet Indonesia dalam cabang olahraga triathlon di kancah internasional. ANTARA