JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penutupan negatif pada Rabu sore, mengarah kepada tren pelemahan yang dialami mayoritas bursa saham di kawasan Asia. IHSG ditutup dengan penurunan sebesar 0,43 poin, atau 0,01 persen, berada di posisi 7.760,95. Di sisi lain, indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham unggulan, juga mengalami penurunan sebesar 0,21 poin atau 0,02 persen, sehingga berada pada level 951,62. Menurut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Indonesia, pasar Asia secara umum menunjukkan pelemahan sebagai respons terhadap sikap pasar yang cenderung *wait and see*. Hal ini disebabkan oleh menantikan data inflasi yang akan dirilis dari Amerika Serikat serta debat presiden AS yang diharapkan akan memberikan arah baru. Selain itu, harga minyak telah terpantau berada di level terendah dalam tiga tahun terakhir, mengindikasikan kekhawatiran terhadap prospek permintaan yang lemah. Debat presiden kali ini akan melibatkan calon dari Partai Demokrat, Kamala Harris, dan kandidat dari Partai Republik, Donald Trump. Pertemuan ini diperkirakan akan menjadi salah satu debat yang paling menentukan, mengingat dampaknya terhadap kebijakan moneter dan fiskal serta rencana ekonomi jangka panjang yang akan diambil oleh kedua calon. Malam nanti, inflasi di AS diperkirakan mengalami penurunan dari angka sebelumnya, yaitu 2,9 persen menjadi 2,6 persen secara tahun ke tahun. Sementara itu, inflasi inti diprediksi tetap stabil di angka 3,2 persen. Meskipun ada ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan memotong suku bunga dalam waktu dekat, besar pengurangan suku bunga yang akan diterapkan masih menjadi perdebatan hangat di kalangan analis keuangan. Ini terutama berkaitan dengan laporan ketenagakerjaan yang campur aduk pada Jumat lalu, yang tidak memberikan kejelasan mengenai langkah selanjutnya dari bank sentral. Berdasarkan data dari CME FedWatch, terdapat peluang sebesar 67 persen untuk pemangkasan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin, sedangkan untuk pemangkasan sebesar 50 basis poin terdapat peluang 33 persen. IHSG yang sebelumnya dibuka menguat, kemudian berbalik arah dan memasuki zona negatif hingga penutupan sesi perdagangan pertama. Pada sesi kedua, IHSG terus bertahan di teritori merah hingga berakhir. Dari Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menunjukkan penguatan, dengan sektor teknologi menjadi yang teratas, mencatatkan kenaikan sebesar 1,55 persen. Diikuti oleh sektor transportasi & logistik serta sektor properti, masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,83 persen dan 0,70 persen. Lima sektor yang terkoreksi yaitu sektor barang konsumen non primer mengalami penurunan terdalam pada angka minus 2,22 persen, disusul sektor industri dan sektor infrastruktur yang masing-masing turun sebesar 0,58 persen dan 0,31 persen. Saham-saham yang mencatatkan penguatan tertinggi hari ini antara lain OPMS, HOMI, LABA, PEGE, dan TFAS. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan drastis adalah MTWI, WIKA, KARW, SMIL, dan KOKA. Frekuensi transaksi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.212.424 kali, dengan total volume perdagangan mencapai 19,15 miliar lembar saham senilai Rp11,15 triliun. Hasilnya, terdapat 225 saham yang mengalami kenaikan, 351 saham mengalami penurunan, dan 220 saham lainnya tetap tidak bergerak. Dalam bursa saham regional Asia sore ini, sejumlah indeks terpantau melemah. Indeks Nikkei kehilangan 539,39 poin atau 1,49 persen, ditutup di posisi 35.619,80. Indeks Hang Seng juga mengalami penurunan sebanyak 125,37 poin atau 0,73 persen menjadi 17.108,71. Selain itu, indeks Shanghai turun 22,38 poin atau 0,82 persen menjadi 2.721,80, sementara indeks Strait Times menguat 18,50 poin atau 0,53 persen, berada pada level 3.531,16. ANTARA