SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Pemerintah Kota Surabaya, yang terletak di Provinsi Jawa Timur, terus menerus melakukan usaha untuk mengatasi masalah inflasi, khususnya terkait dengan harga bahan kebutuhan pokok. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyampaikan bahwa kegiatan GPM kali ini fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat yang tinggal di sekitar Jalan Karang Rejo Sawah III. Dalam kesempatan tersebut, Antiek menjelaskan bahwa masyarakat setempat dapat memperoleh berbagai bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat membantu menstabilkan kondisi inflasi. Dalam GPM ini, tersedia sejumlah produk yang beragam, mencakup beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (*SPHP*), beras premium, minyak goreng, gula pasir, tepung, dan mie instan. Untuk mendukung kegiatan tersebut, pihaknya telah menyiapkan 2 ton beras, terdiri dari masing-masing 1 ton beras *SPHP* dan beras premium. Aneka produk lainnya termasuk 1.500 liter minyak goreng, 450 kilogram gula pasir, serta tepung. Selain itu, dalam program ini juga disediakan 100 paket bawang merah, 100 paket cabai, dan 100 paket bawang putih. GPM kali ini pun menawarkan daging dari Rumah Pemotongan Hewan (*RPH*) dan melakukan kolaborasi dengan camat setempat untuk memasarkan produk dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Wonokromo. Antiek menjelaskan bahwa kegiatan GPM merupakan inisiatif rutin yang dilaksanakan setiap bulan, secara bergiliran di berbagai kecamatan di Surabaya. Target pelaksanaan adalah satu kali setiap bulan, sehingga dalam setahun dapat diadakan 12 kali. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan acara pasar murah lainnya. Seorang warga bernama Annie yang tinggal di Karang Rejo Timur Gang III, RT01, Kecamatan Wonokromo, menyampaikan rasa syukurnya atas keberadaan GPM ini. Menurutnya, harga bahan kebutuhan pokok yang ditawarkan dalam program tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran. Annie berharap agar Pemkot Surabaya dapat terus mengadakan kegiatan serupa secara lebih rutin, mengingat keuntungan harga yang dapat dinikmati masyarakat. ANTARA