BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di dua titik lahan gambut. Kebakaran tersebut terdeteksi di Kecamatan Liang Anggang dan Cempaka, yang terletak di Kota Banjarbaru. Menurut Anggota Tenaga Kebencanaan BPBD Kalsel, Muhammad Rijali, area yang terbakar di Liang Anggang telah mencapai lima hektare, sementara di Cempaka seluas dua hektare. Tim tanggap darurat dari BPBD Kalsel telah dikerahkan untuk menangani situasi ini dan mulai bergerak menuju lokasi kebakaran sekitar pukul 15.00 WITA. Mereka dilengkapi dengan berbagai perlengkapan pemadam, termasuk mesin pemadam dan selang. Rijali menjelaskan bahwa kebakaran terdeteksi melalui hasil patroli yang rutin dilakukan oleh satuan tugas darat. Patroli yang dilakukan sebelum siang hari bertujuan untuk memantau potensi kebakaran. Berdasarkan pengamatan, kebakaran di kedua lokasi tersebut terpantau sekitar pukul 14.30 WITA. Tim BPBD langsung mengambil tindakan dengan memotong titik-titik api yang mengancam jalan. Namun, mereka menghadapi beberapa kesulitan, terutama karena ada beberapa titik api yang sulit dijangkau. Lahan gambut yang terbakar dipandang berbahaya untuk dijangkau dengan sembarangan. Meski begitu, Rijali memastikan bahwa dua regu di lapangan tetap siaga dengan peralatan yang memadai untuk mencegah api menjalar ke jalan dan area permukiman warga. Meskipun terdapat peningkatan kabut asap akibat kebakaran, kondisi di lapangan masih dapat terkendali. Hingga saat ini, kebakaran tidak terjadi terlalu dekat dengan pemukiman. Rijali menambahkan bahwa keberadaan sungai kecil di sekitar area memberikan pasokan air yang cukup untuk mendukung upaya pemadaman. Namun, hingga pukul 18.00 WITA, api masih terus melahap lahan tidur secara perlahan, sementara asap semakin membumbung tinggi di area lahan gambut tersebut. Upaya untuk memadamkan api berlangsung dengan penuh kewaspadaan dan koordinasi yang baik dari seluruh tim yang terlibat. ANTARA