KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) baru-baru ini melaksanakan program sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan pelecehan seksual serta penghentian perundungan di kalangan siswa. Aktivitas ini diadakan di salah satu sekolah dasar yang berlokasi di Kota Kendari. Kasubdit Bintibsos Binmas Polda Sultra, AKP Muhammad Basuni, mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang masalah pelecehan seksual yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Ia menekankan betapa pentingnya perhatian terhadap berita viral terkait kasus pelecehan seksual yang melibatkan siswa, termasuk tindakan yang dilakukan oleh oknum pengajar. Basuni menambahkan bahwa isu pelecehan seksual dan perundungan ini perlu menjadi perhatian serius dalam setiap rapat guru serta apel pagi yang diadakan untuk seluruh siswa. Ia juga menghimbau agar guru dan orang tua lebih perhatian dalam membahas risiko yang mungkin dihadapi anak-anak mereka di sekolah. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menekankan kepada siswa agar tidak menggunakan telepon seluler selama jam pelajaran berlangsung. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi gangguan dan meningkatkan proses belajar mengajar. Sebagai langkah pendukung, Basuni menyarankan agar orang tua siswa dapat membentuk grup *WhatsApp* untuk memudahkan komunikasi antara orang tua dan sekolah selama jam belajar, serta untuk mengawasi aktivitas siswa saat berangkat dan pulang dari sekolah. Diharapkan melalui sosialisasi dan edukasi semacam ini, kejadian pelecehan seksual maupun perundungan dapat diminimalisir, sehingga lingkungan pendidikan dapat menjadi lebih aman dan nyaman bagi semua siswa. Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada kepolisian terdekat, dalam hal ini *Bhabinkamtibmas*, jika menemukan atau mengalami tindakan yang melanggar hukum. ANTARA