PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Medan – Pesilat Kalteng, Ikhsan Mabrur Ridho belum bisa memberikan podium usai tumbang melawan Pesilat Bangka Belitung, Mahpud Efendi di silat kelas E putra di 1/8 final.

Ikhsan menempati sudut merah tampil cukup agresif dalam pertandingan dengan banyak melakukan tendangan. Namun langkah tersebut mampu diantisipasi dengan baik oleh Mahpud.

Bermain tenang dan menunggu, Mahpud banyak sukses melakukan bantingan, mengamankan gap angka cukup jauh dari Ikhsan.

Mahfud berhasil melakukan 10 kali jatuhan, dan mendapatkan 4 verbal warning, dan satu reprimand dari wasit, sedangkan Ikhsan berhasil melakukan satu jatuhan, dan mendapatkan 4 verbal warning, 2 reprimand dan 1 warning.

Pelatih Silat Kalteng, Usman Effendi dan Anton Argarandi mengatakan hasil ini dapat menjadi evaluasi. Ia mengakui pengalaman dan jam terbang Ikhsan masih kalah jauh dari musuhnya.

--page

Ia mengatakan persiapan untuk tanding di PON dilakukan belum cukup lama sekitar empat bulan terakhir dengan latihan intensif di Sampit dan dilanjutkan tiga bulan latihan di Malang.

“Bisa masuk ke PON sudah prestasi membanggakan, dengan usianya yang masih belasan tahun,” tuturnya.

Dia berharap, bisa lebih banyak lagi kejuaraan digelar di Kalteng kedepan untuk meningkatkan jam terbang dan kepercayaan diri atlet.

Sementara itu, Ikhsan menyampaikan permintaan maafnya karena belum bisa memberikan sumbangsih yang baik untuk Kalteng di PON XXI.

“Tryout kemarin di Nganjuk, Madura dan di Malang dua kali. Maaf belum bisa juara,” ungkapnya. (HERMAWAN DP/Y)