PALANGKARAYA –
**Borneonews - Kuala Kapuas**, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (RI) berkomitmen untuk menguatkan partisipasi para pegiat desa dalam upaya pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Kegiatan yang diselenggarakan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta keterampilan yang dibutuhkan oleh para peserta. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan desa yang mereka huni. Muhammad Tajuddin, yang menjabat sebagai Koordinator Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) yang bertanggung jawab atas bimbingan teknis ini, menyampaikan bahwa program ini menjadi penting untuk meningkatkan kapasitas individu-individu yang terlibat. Dalam rangkaian bimbingan teknis tersebut, sejumlah pemuda, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dari beberapa desa di Kabupaten Kapuas dilibatkan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola berbagai potensi yang ada di desa, baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun kultur. Lebih lanjut, pemberdayaan masyarakat desa menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Tujuannya adalah agar masyarakat desa dapat berinovasi serta mandiri dalam mengelola sumber daya lokal yang mereka miliki. "Kami berkomitmen untuk terus mendorong peran masyarakat desa dalam pembangunan melalui berbagai program dan kegiatan, termasuk kegiatan ini," ujar Tajuddin. Dia juga berharap bahwa dengan adanya program ini, desa-desa di Kabupaten Kapuas akan mampu mencapai kemajuan dan perkembangan yang lebih signifikan. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pembangunan di tingkat daerah maupun nasional. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kapuas, Budi Kurniawan, beserta Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa, Chandra, menyatakan dukungan penuh terhadap acara yang diselenggarakan. Chandra berharap agar para peserta, setelah kembali ke desa mereka, bisa berfungsi sebagai pengawal pembangunan yang efektif. Dia pun menekankan pentingnya peran mereka sebagai penyambung aspirasi masyarakat di desa. ANTARA