**Borneonews - Samarinda**, Kementerian Agama Republik Indonesia tengah mengembangkan sebuah aplikasi bernama *Chat Qurani* yang didasarkan pada kecerdasan buatan (AI). Inisiatif ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memahami lebih dalam tentang ilmu yang terkandung dalam Al Quran di tengah perkembangan era digital.
Menurut Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMQ), Abdul Aziz Sidqi, proyek ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun lalu. Saat ini, pihaknya sedang memperdalam kajian untuk segera meluncurkan aplikasi tersebut. *Chat Qurani* dirancang agar pengguna dapat dengan mudah mencari berbagai tema dalam Al Quran menggunakan teknologi AI.
Aziz menjelaskan bahwa dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna cukup mengajukan pertanyaan, dan sistem akan memberikan jawaban sesuai dengan tema Al Quran yang relevan. Kemeriahan proyek ini tidak lepas dari kolaborasi antara Kementerian Agama dengan berbagai instansi lainnya, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta melibatkan majelis ulama, ahli tafsir, dan pakar teknologi.
"Saat ini, kami tetap berkomunikasi dengan Kominfo dan para ulama untuk menjamin bahwa aplikasi *Chat Qurani* tidak hanya memberikan informasi yang akurat, tetapi juga tetap menjaga kemurnian ajaran Al Quran," tambah Aziz.
Selain mengembangkan *Chat Qurani*, Kementerian Agama juga telah meluncurkan aplikasi Quran Kemenag, yang dilengkapi dengan berbagai fitur yang memudahkan pengguna dalam membaca dan memahami isi Al Quran per ayat. Aplikasi ini mencakup tampilan yang jelas per ayat dan halaman, tafsir, penanda bacaan, doa khatam, fitur Quran isyarat, serta kompas kiblat.
Aziz juga menekankan pentingnya menjaga keaslian Al Quran. Ia mengimbau masyarakat untuk membeli buku Al Quran yang sudah dilengkapi dengan tanda bukti keaslian, baik dalam versi cetak maupun digital. LPMQ berkomitmen untuk menyediakan akses ke Al Quran yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
"Al Quran bukan hanya untuk mereka yang memiliki penglihatan normal, tetapi juga untuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Oleh karena itu, kami menyediakan Al Quran dalam berbagai format, seperti braille dan isyarat," ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan inklusivitas, pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menerjemahkan Al Quran ke dalam berbagai bahasa daerah. "Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia dapat memahami dan mengakses Al Quran dengan baik," tutup Aziz.
Harapannya, dengan diluncurkannya *Chat Qurani*, masyarakat akan semakin terbantu untuk memahami isi Al Quran dan mendapatkan pengetahuan yang relevan, sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi di era modern ini.
ANTARA
Kementerian Agama Kembangkan Aplikasi Chat Qurani Berbasis AI
Bagikan:

SAMARINDA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Puluhan Calon Jamaah Umrah Terpaksa Naik Kapal Dampak Terganggunya Penerbangan di Kobar
Kemenhub: Seluruh Penumpang dan Awak Pesawat Asian One Selamat
Bobon Santoso Hubungi Seskab Teddy, Bantuan Presiden untuk Korban Asap Karhutla Palangka Raya Disiapkan
Terekam CCTV Membobol Warung di Kuala Kapuas, Barang Curian Dikembalikan
Kebakaran Rumah di Desa Kujan Berhasil Dipadamkan
OJK Edukasi 400 Peserta soal Investasi hingga Kejahatan Keuangan Digital
Komentar (0)
Memuat komentar…







