JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian menginformasikan bahwa sejumlah pemerintah daerah, termasuk pengembang perumahan, menunjukkan ketertarikan untuk memanfaatkan kereta otonom atau yang dikenal dengan *Autonomous Rail Transit* (ART). Saat ini, sistem transportasi ini sedang melalui tahap *Proof of Concept* di Ibu Kota Nusantara (IKN). Direktur Jenderal Perkeretaapian, Mohamad Risal Wasal, menyatakan bahwa beberapa daerah seperti Semarang dan Bogor telah melakukan pendekatan resmi, dan terdapat juga beberapa pengembang perumahan yang siap untuk mengadopsi teknologi ini. Menurutnya, kereta otonom ini menawarkan solusi yang efisien dan efektif untuk sistem angkutan massal di tingkat daerah. Lebih lanjut, Risal menekankan bahwa kereta otonom dapat dijadikan sebagai alternatif transportasi publik yang memiliki banyak keunggulan, menawarkan efisiensi dalam pengoperasiannya. Saat ini, kereta otonom tersebut sedang berada dalam tahap *Proof of Concept* di Kalimantan Timur, dan setelah fase ini, direncanakan akan ada pameran umum (*showcase*) untuk memperkenalkan kereta otonom kepada masyarakat luas. Kementerian Perhubungan juga berencana untuk memasukkan skema pembelian layanan (*Buy The Service*) dalam anggaran tahun depan. Menurut Risal, model ini tidak melibatkan pembelian langsung kereta, melainkan mengupayakan penawaran dari operator yang akan mengoperasikan kereta tersebut. Dengan cara ini, kementerian akan melakukan lelang untuk operator dan membayar layanan yang diberikan. Di samping itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menunjukkan optimisme terhadap kemampuan kereta otonom untuk beroperasi secara efisien sebagai moda transportasi massal yang ramah lingkungan di Ibu Kota Nusantara. Trem otonom ini menggunakan tenaga listrik yang berasal dari baterai, yang diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca serta konsumsi energi. Ini sejalan dengan visi IKN sebagai kawasan yang cerdas, hijau, dan berkelanjutan. Salah satu keuntungan signifikan dari implementasi trem otonom adalah biaya operasionalnya yang relatif rendah. Hal ini karena sistemnya tidak bergantung pada rel khusus dan dapat memanfaatkan jalan yang sudah ada, sehingga tidak perlu melakukan pembangunan infrastruktur yang signifikan. ANTARA