BANTEN –
**Borneonews - Rangkasbitung**, Realisasi pendapatan pajak daerah di Kabupaten Lebak hingga 10 September 2024 tercatat mencapai Rp110 miliar. Angka tersebut setara dengan 50% dari total target pajak yang ditetapkan sebesar Rp220 miliar untuk tahun ini. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak, Dodi Irawan, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras tim Bapenda. Meski demikian, pihaknya optimis bahwa target tersebut masih dapat dicapai dalam waktu tiga bulan ke depan. Dodi menekankan pentingnya upaya terus menerus dalam mendatangi para wajib pajak serta melaksanakan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kewajiban membayar pajak daerah. "Tujuan dari membayar pajak adalah untuk mendukung pembangunan daerah, yang pada gilirannya akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," jelas Dodi. Ia berharap masyarakat dapat lebih sadar akan tugas membayar pajak agar target yang dicanangkan oleh pemerintah daerah dapat terpenuhi. Di antara jenis-jenis pajak yang dipungut, salah satunya adalah pajak barang dan jasa tertentu (PBJT). Selain itu, terdapat pula pajak lainnya, denda terkait PBJT, dan pajak yang dipungut melalui berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Untuk mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya, saat ini Bapenda telah menyediakan berbagai metode pembayaran secara digital. Metode pembayaran baru yang diadopsi termasuk penggunaan *Quick Response Code Indonesian Standard* (QRIS), serta opsi lain seperti Virtual Account dan layanan m-banking. Digitalisasi pembayaran pajak ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan memperlancar proses pembayaran. Dodi menegaskan bahwa saat ini penggunaan QRIS telah menjadi kebanggaan bangsa Indonesia di kancah internasional. QRIS terintegrasi dengan berbagai bank, sehingga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan pembayaran pajak daerah. Dengan optimisme yang tinggi, Dodi yakin bahwa target pajak daerah sebesar Rp220 miliar dapat tercapai sebelum akhir tahun ini. ANTARA