**Borneonews - Jakarta**, Pengamat politik Pieter C. Zulkifli mengemukakan bahwa pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang akan datang dituntut untuk mengimplementasikan kebijakan ekonomi yang cermat, terutama dalam konteks situasi geopolitik yang semakin tegang saat ini.
Pieter menjelaskan, dinamika global yang semakin mengkhawatirkan menimbulkan berbagai tantangan berat bagi pemerintahan baru yang akan segera dibentuk. Ketegangan geopolitik di tingkat internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah, tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda menjelang pelantikan Prabowo dan Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk periode 2024-2029.
Dampak dari situasi ini sangat signifikan, termasuk lonjakan harga minyak dunia yang dapat memperburuk inflasi global. Dia mencatat, bank sentral di negara-negara maju menjadi ragu untuk menurunkan suku bunga mereka, sehingga menambah ketidakpastian dalam ekonomi global yang juga memengaruhi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Lebih lanjut, Pieter mengemukakan bahwa penurunan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok, salah satu mitra dagang utama Indonesia, turut mempengaruhi ekspor. Hal ini dapat memberikan tekanan pada sektor perdagangan luar negeri, yang selama ini menjadi salah satu pilar utama dalam penggerak ekonomi nasional.
Situasi yang belum menguntungkan juga diperparah dengan serangan drone Iran ke Israel yang baru-baru ini terjadi. Serangan tersebut tidak hanya meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, tetapi juga menyebabkan lonjakan harga minyak dunia. Pieter mengingatkan bahwa hal ini berdampak pada biaya energi yang meningkat, yang pada gilirannya memperbesar biaya produksi dan transportasi secara global.
Oleh karena itu, Pieter menekankan pentingnya bagi pemerintah Indonesia untuk menciptakan terobosan dalam kebijakan ekonomi agar dapat bertahan dalam situasi geopolitik yang terus meningkat. Dia menegaskan, pemerintahan Prabowo-Gibran perlu merespons dinamika global ini dengan pendekatan yang cerdas dan efektif demi melindungi kepentingan nasional.
Prabowo dan Gibran diharapkan mampu mewujudkan sistem ekonomi Pancasila serta visi Indonesia 2045, yang merupakan salah satu fokus utama saat kampanye. Untuk mencapai tujuan ini, Pieter menyarankan bahwa Indonesia harus memperkuat sektor ekonomi, meskipun menghadapi situasi konflik global.
Dia juga mengusulkan target pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas 6 persen per tahun, dengan penekanan pada pengembangan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan sebagai area prioritas. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan Indonesia dapat menavigasi tantangan yang ada dan mencapai visi ekonomi yang berkelanjutan.
ANTARA
Prabowo dan Gibran Dites Kebijakan Ekonomi di Tengah Ketegangan Global
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Terekam CCTV Membobol Warung di Kuala Kapuas, Barang Curian Dikembalikan
Kebakaran Rumah di Desa Kujan Berhasil Dipadamkan
OJK Edukasi 400 Peserta soal Investasi hingga Kejahatan Keuangan Digital
Boccia Rebut Emas ke-15 Bagi Kontingen Indonesia
Kodam XXII Tambun Bungai Bersama Bobon Santoso Sajikan 4.000 Porsi Makanan untuk Relawan Karhutla di Tumbang Nusa
Mario Aji Start P12 di Moto2 Australia
Komentar (0)
Memuat komentar…







