JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah meningkatkan layanan perawatan bagi pasien dengan luka bakar dan menyerang stroke di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan yang terletak di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Peningkatan ini tidak hanya merupakan upaya untuk memantapkan kompetensi RSUD Tarakan sebagai rumah sakit rujukan regional tetapi juga bagian dari rencana induk pengembangan layanan kesehatan yang lebih luas. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyatakan bahwa Jakarta merupakan kota dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan berbagai aktivitas ekonomi, terutama di sektor industri serta transportasi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko terjadinya insiden luka bakar. Setiap tahun, Jakarta menghadapi sejumlah kasus luka bakar yang berasal dari berbagai sumber seperti kebakaran rumah, kecelakaan di tempat kerja, kecelakaan lalu lintas, serta akibat ledakan bahan kimia atau listrik. Menurut Ani, rumah sakit di Jakarta sering menerima pasien dengan luka bakar yang biasanya memerlukan perawatan yang intensif dan menyeluruh. Mengingat terus meningkatnya kasus insiden tersebut, pembukaan fasilitas pelayanan khusus untuk luka bakar menjadi prioritas mendesak saat ini. Ani menambahkan, “Pembukaan unit luka bakar khusus di RSUD Tarakan akan berkontribusi mengurangi beban fasilitas kesehatan lainnya, sekaligus memberikan layanan dengan standar internasional.” Selain usaha peningkatan layanan luka bakar, Ani juga mengungkapkan bahwa RSUD Tarakan telah menerapkan program transformasi untuk menyempurnakan layanan kesehatan nasional, mencakup rujukan dalam masalah kesehatan prioritas. Program ini meliputi pengembangan layanan kanker, jantung, stroke, urologi, dan kesehatan ibu serta anak. Dengan langkah ini, diharapkan akses terhadap layanan kesehatan bagi masyarakat dapat ditingkatkan. Layanan stroke di RSUD Tarakan telah mencapai strata utama dan berhasil meraih penghargaan dari *World Stroke Organization* dengan status Platinum pada tahun 2024. Ani menjelaskan, “Kunjungan hari ini bertujuan untuk mengevaluasi pengembangan layanan stroke, termasuk penyediaan fasilitas *Digital Subtraction Angiography* (DSA). Prosedur ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih mendetail terhadap struktur pembuluh darah serta aliran darah yang dinamis.” Prosedur DSA ini tidak hanya berguna untuk mendeteksi kelainan struktur pembuluh darah tetapi juga dapat diterapkan dalam kasus-kasus seperti tumor otak, sehingga memberikan manfaat tambahan dalam pengelolaan kesehatan masyarakat. Dengan berbagai peningkatan ini, RSUD Tarakan berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. ANTARA