**Borneonews - Jakarta**, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Puji Lestari, menjelaskan keunggulan *susu ikan* yang direncanakan untuk digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis. Program ini diluncurkan oleh pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Puji mengungkapkan bahwa salah satu kelebihan *susu ikan* dibandingkan dengan susu sapi adalah tidak mengandung alergen yang berhubungan dengan laktosa. Dengan demikian, produk ini aman dikonsumsi bagi individu yang mengalami intoleransi laktosa, karena ikan itu sendiri tidak mengandung laktosa.
Di samping itu, *susu ikan* mengandung berbagai senyawa protein yang telah terurai, termasuk asam amino esensial dan nonesensial serta peptida yang memberikan manfaat kesehatan. Senyawa-senyawa ini berfungsi, antara lain, untuk meningkatkan sistem imun tubuh.
Puji juga menambahkan bahwa *susu ikan* memiliki protein yang telah terpecah, yang memungkinkan tubuh untuk menyerapnya dengan lebih efisien. Ini merupakan salah satu alasan mengapa pemanfaatan produk ini dapat menjadi alternatif yang baik bagi masyarakat.
Jika *susu ikan* tersebut dibuat dari ikan yang kaya akan lemak, ia juga akan mengandung lemak baik seperti omega. Lemak ini dikenal bermanfaat bagi kesehatan jantung dan juga berkontribusi terhadap asupan nutrisi yang seimbang.
Lebih lanjut, Puji menjelaskan bahwa *susu ikan* ini merupakan hidrolisat protein ikan yang diolah menjadi bentuk tepung. Untuk meningkatkan daya tariknya, tepung ini diberi perasa guna menutupi aroma ikan yang mungkin masih terasa dan untuk meningkatkan rasa secara keseluruhan.
Penggunaan *susu ikan* dalam Program Makan Bergizi ini diharapkan memberikan keuntungan ekonomi. Hal ini karena produk ini dapat dihasilkan dari ikan-ikan yang tidak dianggap bernilai tinggi, serta dari jenis ikan yang lebih banyak tersedia daripada sapi di Indonesia.
Meskipun penamaan *susu ikan* mungkin terdengar tidak tepat, Puji Lestari menyatakan bahwa mempertimbangkan potensi kesehatan dan kegunaannya, produk ini memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan. Terlebih lagi, Indonesia sebagai negara maritim memiliki sumber daya perikanan yang melimpah. Ini juga memungkinkan *susu ikan* menjadi salah satu alternatif dalam diversifikasi produk kaya protein sebagai pengganti susu sapi, mengingat kebutuhan akan susu sapi dalam negeri masih belum sepenuhnya terpenuhi.
ANTARA
Keunggulan Susu Ikan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Adyos/Yayang Sabet Perunggu para Tenis Meja Ganda Putra Kelas MD8
Komentar (0)
Memuat komentar…







