BATAM –
**Borneonews - Natuna**, Pemerintah Kabupaten Natuna, yang terletak di Kepulauan Riau, menunjukkan komitmen yang kuat dalam upaya memajukan sektor pariwisata di wilayah mereka. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, Hardinansyah, menyatakan bahwa langkah-langkah yang diambil mencakup pengembangan program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) serta peningkatan sarana dan prasarana di berbagai objek wisata yang ada. Salah satu fokus utama dari peningkatan SDM adalah memberikan pelatihan kepada para pengelola wisata, promotor pariwisata, serta masyarakat setempat. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan cara yang tepat dalam mengelola objek wisata dan menjadi pemandu wisata yang profesional. Di sisi lain, peningkatan fasilitas mencakup perbaikan jalan, pendopo, serta infrastruktur lainnya di geosite Gunung Ranai, serta pembebasan lahan untuk objek wisata yang berada di Pulau Senoa. “Selama tahun 2024, Dinas Pariwisata Natuna merencanakan untuk mengadakan delapan sesi pelatihan. Saat ini, kami sedang melaksanakan pelatihan pengelolaan desa wisata,” ungkap Hardinansyah. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memperluas pengetahuan dan wawasan peserta tentang pengembangan potensi pariwisata, sehingga pariwisata di Natuna dapat berkembang secara berkelanjutan. Selain itu, pengembangan fasilitas ditujukan untuk mempermudah akses wisatawan ke objek-objek wisata serta mendukung pemerintah dalam pengembangan destinasi wisata tersebut. Hardinansyah menekankan pentingnya SDM yang memiliki kompetensi, selain sekadar destinasi wisata. Hal ini dibutuhkan agar objek wisata dapat dikelola dengan baik dan memberikan pengalaman yang memuaskan bagi para wisatawan yang berkunjung. “Natuna, yang didominasi oleh lautan dan memiliki sekitar 4.000 hektare hutan mangrove, tentunya memiliki nilai ekonomis yang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata,” jelasnya. Ia juga berharap agar setiap peserta pelatihan dapat memanfaatkan ilmu yang didapat dan terus menambah wawasan baik melalui sumber lain maupun teknologi yang ada. “Pelatihan yang dilaksanakan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengelola pariwisata, sehingga sektor ini mampu memberikan manfaat yang signifikan bagi perekonomian lokal,” tuturnya. ANTARA