**Borneonews - Solok,** Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solok, yang terletak di Sumatera Barat, mengajak semua sekolah, baik tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP), agar berpartisipasi dalam penilaian penghargaan *Adiwiyata* tahun 2024. Harapan ini disampaikan oleh Kepala DLH Kota Solok, Edrizal, yang menginginkan agar setiap lembaga pendidikan di daerah tersebut berkomitmen mengikuti program Calon Sekolah Adiwiyata Kota (CSAK).
Edrizal menjelaskan bahwa DLH sangat bersedia untuk memberikan pembinaan kepada sekolah-sekolah yang berminat. Menurutnya, upaya tersebut sangat penting agar setiap sekolah mampu meraih penghargaan CSAK pada tahun mendatang. "Kami dengan senang hati siap melakukan pembinaan," ungkap Edrizal.
Dia menegaskan bahwa meskipun sertifikat *Adiwiyata* bisa dianggap sebagai penghargaan tambahan, fokus utama dari inisiatif CSAK adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Terlebih lagi, dia menekankan pentingnya mendidik anak-anak mengenai kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan pengelolaan sampah sejak usia dini, mengingat anak-anak lebih mudah terpengaruh dibandingkan orang dewasa.
Saat ini, penilaian untuk penghargaan *Adiwiyata* telah mengalami perubahan, dimana aspek perilaku di sekolah menjadi lebih ditekankan daripada infrastruktur. "Poin penilaian kini lebih berfokus pada perilaku yang mencakup enam aspek, mulai dari sanitasi hingga inovasi. Infrastruktur tidak lagi menjadi fokus utama," jelasnya.
Edrizal juga mencermati bahwa banyak sekolah yang mendapatkan nilai rendah disebabkan oleh kurangnya dokumentasi lengkap dalam aktivitas yang berkaitan dengan lingkungan. Oleh karena itu, dia mendorong seluruh sekolah untuk lebih baik dalam mendokumentasikan setiap kegiatan yang terkait dengan isu lingkungan hidup.
Proses penilaian *Adiwiyata* diharapkan akan berlangsung secara objektif, dengan melibatkan bukan hanya DLH, tetapi juga Dinas Pendidikan. Edrizal juga optimis bahwa kepedulian yang ditanamkan kepada siswa dapat berkontribusi besar dalam mengurangi timbulan sampah dari sumbernya, mengingat saat ini tempat pembuangan akhir (TPA) di Kota Solok sudah berada dalam kondisi kritis.
"Penanganan sampah telah berjalan dengan baik, namun pengolahan sampah saat ini hanya sekitar 11 persen. Sementara itu, dari 55 ton sampah yang diangkut ke TPA, lebih dari 70 persen merupakan sampah rumah tangga," tuturnya.
Di dalam kerangka ini, melalui sosialisasi yang dilakukan di sekolah-sekolah, diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan dalam jangka waktu 20 tahun mendatang.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solok, Desriyondra, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada DLH atas segala dukungannya terkait CSAK 2024. "Kami sangat berharap semua sekolah bisa berpartisipasi dalam program *Adiwiyata* Kota, karena DLH sudah sangat terbuka dalam membantu sekolah-sekolah yang ingin mempersiapkan diri," katanya.
Sebelumnya, DLH Kota Solok telah melakukan sosialisasi mengenai program CSAK kepada 39 SD dan SMP pada tahun anggaran 2024.
ANTARA
DLH Kota Solok Ajak Sekolah Ikut Penghargaan Adiwiyata 2024
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rachel/Febi Gagal ke Final French Open
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Komentar (0)
Memuat komentar…







