JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Direktur Mizan Group, Haidar Bagir, menekankan pentingnya pertemuan lintas agama dalam upaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang beruntung. Ia menyatakan bahwa diskusi antara para aktivis dari berbagai latar belakang agama harus terus dilakukan dan diperkuat. Haidar Bagir mengungkapkan, "Yang paling menarik dan sangat penting adalah mempertemukan para aktivis penggerak di bidang pemberdayaan masyarakat dari berbagai agama." Pernyataannya ini disampaikan pada Forum Diskusi Grup (FGD) mengenai peran agama dan budaya sebagai sumber inspirasi dan praktik dalam pemberdayaan masyarakat di Jakarta. Penting dicatat bahwa menurut Haidar, para pemimpin agama perlu menghilangkan pandangan bahwa ada "agama unggul" yang lebih baik dari yang lain. Setiap agama, diakui, memiliki tanggung jawab untuk membantu meringankan beban mereka yang berada dalam kesulitan. "Tidak cukup jika setiap agama berusaha sendiri-sendiri. Para pemuka agama perlu menyadari bahwa semua agama memiliki misi yang sama, yaitu membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Kesatuan di antara agama sangat diperlukan, karena jika tidak, kita akan kalah oleh kekuatan oligarki," tambahnya. Saat ini, banyak tantangan sosial yang tidak dapat diselesaikan oleh satu agama saja. Oleh karena itu, sangat penting bagi semua agama untuk bersatu dan menggabungkan kekuatan guna mengatasi keresahan yang muncul dalam masyarakat. Agama, menurut Haidar, bisa menjadi sumber harapan untuk manusia, yang mencerminkan kemampuan individu untuk bertahan dalam berbagai tantangan hidup, serta beradaptasi dan pulih dari situasi yang sulit. Proses ini sering kali disebut sebagai *resiliensi*. Lebih lanjut, Haidar menjelaskan bahwa ajaran agama dapat memberikan bimbingan tidak hanya dalam aspek sosial dan ekonomi, tetapi juga menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Melalui ajaran ini, harapannya masyarakat bisa lebih terarah dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada. ANTARA