SEMARANG –
**Borneonews - Banda Aceh**, Atlet panjat tebing asal Kalimantan Barat, Veddriq Leonardo, yang juga merupakan peraih medali Olimpiade Paris 2024, harus menerima kenyataan pahit setelah gagal melaju ke semifinal nomor *speed* perorangan putra dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh-Sumatera Utara. Langkah Veddriq terhenti pada babak perempat final yang berlangsung pada Rabu sore di Arena Panjat Tebing, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Pada pertandingan tersebut, Veddriq harus mengakui keunggulan atlet dari Jawa Tengah, Kiromal Katibin. Pertandingan ini menjadi penentu bagi Veddriq untuk melanjutkan ke semifinal, namun, Kiromal berhasil menyelesaikan balapan dengan waktu yang lebih baik, sehingga memupus harapan Veddriq untuk meraih medali emas. Kekecewaan Veddriq tidak berhenti di sini. Sebelumnya, pada hari Minggu, ia juga harus berpuas diri dengan medali perunggu dari nomor *speed* relay putra. Hasil ini mencerminkan performa yang kurang memuaskan dalam PON XXI baginya. Kiromal Katibin berhasil melanjutkan ke semifinal bersama Rian Gordon Sitorus dari Sumatera Utara serta dua atlet dari Jawa Timur, Moch Rizky Samudra Dewantara dan Rahmad Adi Mulyono. Dalam babak final, Kiromal akan berjuang menghadapi Moch Rizky, sementara untuk mendapatkan medali perunggu, Rian akan melawan Rahmad. Veddriq tercatat sebagai atlet tercepat setelah sukses mencetak rekor dunia pada Piala Dunia *IFSC* 2023 di Seoul, Korea Selatan, dengan catatan waktu 4,90 detik. Ia berhasil memanjat dinding setinggi 15 meter dengan waktu tersebut pada 28 April 2023, menjadikannya orang pertama yang resmi memanjat dalam waktu di bawah 5 detik. Di ajang Olimpiade Paris 2023, atlet yang lahir pada 11 Maret 1997 ini berhasil mempersembahkan medali emas pada nomor *speed* putra. Dalam PON XXI Aceh-Sumut, cabang olahraga panjat tebing mempertandingkan total 16 nomor, di mana empat di antaranya telah melaksanakan final, yaitu *combined* (boulder dan lead) perorangan putra dan putri, serta *speed* relay putra dan putri. Pesta olahraga ini melibatkan 26 provinsi dengan total 188 atlet yang berpartisipasi, terdiri atas 103 atlet putra dan 85 atlet putri, memberikan suasana kompetitif yang sangat menarik di bidang panjat tebing. ANTARA