JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Saifullah Yusuf yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Ipul, telah resmi mengemban tugas sebagai Menteri Sosial (Mensos). Penyerahan jabatan ini dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, yang juga bertindak sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Mensos. Dalam pengantar di pertemuan tersebut, Gus Ipul menekankan komitmennya untuk bekerja sama dengan berbagai pejabat dan pihak terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk mendukung Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan visi misi Kabinet Indonesia Maju, yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Gus Ipul menyatakan, "Saya meminta satu atau dua hari untuk berkonsultasi, tetapi tentunya kami akan melanjutkan semua hal yang baik." Ia menegaskan bahwa tugas kementerian sosial adalah membantu Presiden, serta akan mengikuti arahan dan visi misi yang telah ditetapkan. Ia berkomitmen untuk sekuat tenaga merealisasikan program-program yang telah dirancang. Salah satu aspek yang disoroti oleh Gus Ipul adalah masukan dari Plt. Mensos Muhadjir terkait dengan pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (*DTKS*). Data ini merupakan acuan penting bagi berbagai kementerian dan lembaga untuk memberikan bantuan sosial yang tepat sasaran kepada masyarakat. Dengan pengakuan bahwa *DTKS* merupakan data yang dinamis, Gus Ipul menyatakan perlunya penyisiran serta perbaikan akurasi pengelolaan data tersebut. "Data yang bersifat dinamis memerlukan pembaruan secara berkala dan cepat," ujarnya. Ia menekankan bahwa data ini bisa berubah sewaktu-waktu, misalnya karena pergantian status atau tempat tinggal yang tidak terlaporkan, sehingga memerlukan perhatian khusus. Lebih lanjut, Gus Ipul mengungkapkan pentingnya mengikuti perkembangan data ini. "Kami sudah memiliki tim yang memantau dinamika *DTKS* dan menyadari bahwa pengelolaan data sangat krusial dalam konteks ini," tambahnya. Meskipun waktu yang dimiliki Gus Ipul untuk menyelesaikan program kerja Tri Rismaharini terbatas, yakni hanya 40 hari ke depan, ia bertekad untuk bekerja maksimal. Ia berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang ada demi mengatasi permasalahan sosial yang telah direncanakan sebelumnya, sembari mempersiapkan transisi menuju pemerintahan yang baru. ANTARA