TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tarakan**, Pendidik di Kalimantan Utara (Kaltara) diharapkan untuk menguasai teknologi, mengingat cepatnya perkembangan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi saat ini. Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, menyatakan bahwa para pendidik perlu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran serta mampu mengakses informasi secara lebih luas. Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi *workshop* Peningkatan Kompetensi Guru yang diadakan di Kecamatan Bunyu, tepatnya di SMA Negeri 1 Bunyu pada hari Rabu. Zainal memberikan apresiasi terhadap dukungan yang dihadirkan oleh PT Lamindo Inter Multikan. Perusahaan tersebut berkontribusi melalui program *corporate social responsibility* (CSR) yang mengusung tema "Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Inklusi". Menurutnya, *workshop* ini dirancang sebagai sarana untuk mengeksplorasi potensi luar biasa dari integrasi TIK ke dalam pembelajaran yang inklusif. Ia menjelaskan bahwa multimedia pembelajaran memiliki kemampuan istimewa dalam mentransfer informasi, karena pembelajaran tidak hanya melibatkan kemampuan membaca dan mendengar, tetapi juga melalui visual yang menarik seperti animasi. Oleh karena itu, Gubernur mendorong para pendidik untuk mengembangkan keterampilan dalam menciptakan media pembelajaran yang efektif dan menarik. Dengan cara ini, diharapkan dapat membangkitkan motivasi serta merangsang kreativitas peserta didik. Lebih lanjut, Zainal juga menyatakan bahwa *workshop* ini diharapkan dapat berfungsi sebagai forum untuk mengidentifikasi berbagai hambatan yang mungkin dihadapi, terutama dalam penerapan teknologi. Selain itu, forum ini juga bertujuan untuk merumuskan strategi konkret untuk mengatasi tantangan tersebut. "Saya yakin bahwa *workshop* ini akan menjadi langkah penting untuk memahami lebih dalam bagaimana teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi semua, termasuk bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus," ucapnya. Kegiatan ini dihadiri oleh 80 guru, serta dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Teguh Henri Sutanto, dan Deputi General Manager PT Lamindo Inter Multikon, Hamzah Kasim. ANTARA