**Borneonews - Jakarta**, Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia baru-baru ini menyetujui anggaran yang dialokasikan untuk Kementerian BUMN pada tahun anggaran 2025, yaitu sebesar Rp277,5 miliar. Anggaran ini mencatatkan penurunan sekitar 3 persen dibandingkan alokasi sebelumnya untuk tahun 2024, yang mencapai Rp284 miliar.
Dalam sesi rapat kerja yang berlangsung di Jakarta, Menteri BUMN, Erick Thohir, memberikan apresiasi kepada anggota Komisi VI atas semua upaya yang telah dilakukan. Meskipun demikian, Kementerian BUMN tidak berhasil mendapatkan tambahan anggaran, meskipun target dividen dari BUMN untuk tahun depan telah dinaikkan dari Rp85 triliun pada tahun ini menjadi Rp90 triliun.
Erick mengungkapkan, "Ini mungkin adalah bagian dari tantangan yang harus kami hadapi di BUMN. Kami berharap kondisi ini tidak akan mengganggu kinerja kami."
Rincian alokasi anggaran Kementerian BUMN untuk tahun 2025 mencakup sejumlah pos pengeluaran, antara lain untuk gaji dan tunjangan sebesar Rp78,42 miliar, operasional kantor Rp71,62 miliar, anggaran pembinaan BUMN yang diarahkan sebesar Rp47,35 miliar, dan pengembangan serta pengawasan BUMN dengan anggaran sebesar Rp80,09 miliar. Sebelumnya, Kementerian BUMN telah mengajukan tambahan anggaran yang mencapai Rp66,64 miliar.
Pada rapat kerja yang diadakan pada 2 September 2024 lalu, Erick menekankan bahwa anggaran yang disetujui sebesar Rp277,5 miliar tidak sebanding dengan kontribusi yang telah diberikan oleh BUMN selama ini. Ia menjelaskan bahwa kontribusi yang dihasilkan oleh BUMN terhadap negara melalui setoran dividen, pajak, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.
Dari data yang disampaikan, pada periode 2020 hingga 2023, total kontribusi BUMN kepada negara mencapai Rp1.940 triliun. Rinciannya terdiri dari pajak sebesar Rp1.391,4 triliun, PNBP dan lainnya senilai Rp354,2 triliun, serta dividen sebesar Rp194,4 triliun.
Lebih lanjut, kontribusi BUMN dalam sektor pajak juga menunjukkan pertumbuhan signifikan sejak tahun 2020. Pada tahun tersebut, total setoran pajak tercatat sebesar Rp247 triliun, meningkat menjadi Rp278 triliun pada tahun 2021, dan terus naik menjadi Rp410 triliun pada tahun 2022, serta mencapai Rp457 triliun pada tahun 2023.
Mengenai dividen, BUMN mencatat pertumbuhan yang mengesankan, dengan total dividen mencapai Rp81 triliun pada tahun 2023, jauh lebih tinggi dibandingkan angka Rp40 triliun yang diraih pada tahun 2022.
ANTARA
Anggaran Kementerian BUMN 2025 Disetujui Rp277,5 Miliar, Kontribusi Meningkat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







