**Borneonews - Bandarlampung**, Seluruh nilai aset pemerintah yang dikelola di Provinsi Lampung, termasuk dalam kategori barang milik negara (BMN), tercatat mencapai Rp80,38 triliun pada triwulan kedua tahun 2024. Angka tersebut diumumkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Lampung dan Bengkulu, Raden Hariyadi Murti Kurniawan, di Bandarlampung.
Data pada 31 Juli menunjukkan bahwa terdapat total 2,46 juta item aset yang dikelola oleh pemerintah daerah. Dari total tersebut, aset tanah menempati posisi teratas, dengan jumlah mencapai 2.682 unit dan total nilai sebesar Rp54,53 triliun.
Selanjutnya, aset bangunan dan gedung juga mencatat nilai yang signifikan, yakni sebesar Rp5,6 triliun dengan kuantitas 9.319 unit. Selain itu, terdapat juga aset bangunan air yang nilainya mencapai Rp14,5 triliun dengan jumlah 10.424 unit. Aset lain yang turut berkontribusi adalah jalan dan jembatan yang memiliki nilai Rp2,7 triliun dan jumlah 873 unit.
Barang milik negara ini diperoleh melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau sumber pendapatan sah lainnya. Aset yang umumnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan optimalisasi antara lain adalah tanah dan bangunan. Raden Hariyadi menjelaskan, untuk mencapai pengelolaan yang lebih efektif, penting untuk melaksanakan seluruh siklus penggunaan barang milik negara, mulai dari perencanaan pengadaan hingga menghadapi proses penghapusan.
Optimalisasi pengelolaan ini berfokus pada dua peran utama, yaitu manajer administrator dan manajer aset. Pihak terkait diharapkan dapat memanfaatkan barang milik negara melalui beragam cara, seperti penyewaan, lelang, pemindah tanganan, atau dengan sistem pinjam pakai kepada pihak lain.
Lebih jauh, berbagai jenis aset lain juga terdaftar di Provinsi Lampung. Misalnya, aset rumah negara yang bernilai Rp240 miliar dengan jumlah 2.476 unit, alat angkutan bermotor sebanyak 10.870 unit senilai Rp373 miliar, dan alat mesin peralatan non-TIK dengan jumlah 1,7 juta unit senilai Rp947 miliar.
Aset lainnya termasuk alat besar sebanyak 5.540 unit dengan total nilai Rp57 miliar, serta alat mesin peralatan khusus TIK yang berjumlah 109.003 unit dengan nilai Rp224 miliar. Selain itu, terdapat aset alat persenjataan sebanyak 18.291 unit senilai Rp103 miliar dan aset instalasi serta jaringan yang bernilai Rp125 miliar untuk 1.049 unit.
Tak ketinggalan, terdapat juga aset tetap lainnya yang mencapai total 1,2 juta unit senilai Rp135 miliar, aset konstruksi yang masih dalam pengerjaan sebanyak 1.085 unit dengan nilai Rp561 miliar. Aset tidak berwujud pun terdaftar sebanyak 9.805 unit dengan total nilai Rp136 miliar, sedangkan aset tetap yang mengalami renovasi mencatat kuantitas 44 unit senilai Rp26 miliar.
ANTARA
Total Aset Pemerintah di Lampung Capai Rp80,38 Triliun di 2024
Bagikan:

BANDAR LAMPUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







