PEKANBARU –
**Borneonews - Rokan Hilir**, Pemerintah Provinsi Riau baru-baru ini menerima hibah tanah dari masyarakat di Kepenghuluan Balam Jaya, yang terletak di Jalan Lintas Riau-Sumatera Utara, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir. Tanah tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pada hari Rabu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, SF Hariyanto, bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Edi Rusma Dinata, dan Penghulu Balam Jaya, Mangapul Nababan, menandatangani naskah serta sertifikat hibah yang diberikan oleh masyarakat. Dalam kesempatan itu, SF Hariyanto mengungkapkan komitmen Pemprov Riau untuk segera merealisasikan pembangunan SMK tersebut dalam waktu dekat. SF Hariyanto menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir serta masyarakat yang telah mendonasikan tanah tersebut. Ia berharap bahwa semua rencana yang ada dapat segera dilaksanakan demi meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Sebagai langkah awal, Sekda juga menginstruksikan agar Plt Kepala Dinas Pendidikan segera melakukan perencanaan yang matang mengenai jurusan dan program apa yang perlu ada di SMK ini. Ia menekankan bahwa jenis pendidikan yang akan dibangun harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. “Penting bagi kita untuk melihat jenis SMK yang diperlukan, apakah itu pelayaran, teknik, atau jenis kejuruan lainnya. Kita harus memastikan bahwa apa yang kita bangun adalah sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tegas SF Hariyanto. Sementara itu, BY Sitorus, seorang tokoh masyarakat Kecamatan Balai Jaya, mengusulkan bahwa lahan seluas 60 x 200 meter yang dihibahkan benar-benar difokuskan untuk pembangunan SMK. Menurutnya, di Kecamatan Balai Jaya, terdapat enam Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), namun hingga saat ini belum ada satupun Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN). Kondisi ini cukup memprihatinkan, karena banyak anak dari warga setempat harus menempuh jarak yang jauh untuk mencapai SMAN yang ada di kecamatan lain. Bahkan beberapa di antara mereka terpaksa menyekolahkan anak-anaknya sampai ke luar kota, bahkan harus ke luar Provinsi Riau. Banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk melanjutkan pendidikan mereka, dan beberapa dari mereka terpaksa putus sekolah karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan untuk bersekolah di luar daerah. Ketiadaan sekolah tingkat SMA di dekat tempat tinggal mereka menciptakan kesenjangan pendidikan yang signifikan. “Biaya transportasi untuk siswa yang bersekolah di luar kecamatan cukup besar, ditambah lagi dengan risiko kecelakaan yang mungkin mengintai,” ungkapnya dengan penuh keprihatinan. Pembangunan SMK di wilayah ini diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut dan memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat setempat. ANTARA