SEMARANG –
**Borneonews - Banda Aceh**, Atlet panjat tebing Kiromal Katibin berhasil menyumbangkan medali emas di nomor *speed* world record (WR) untuk Provinsi Jawa Tengah dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang diselenggarakan di Aceh dan Sumatra Utara. Kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kiromal, yang diharapkan dapat menginspirasi banyak orang. Pertandingan final yang diadakan di Arena Panjat Tebing, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, berlangsung pada hari Rabu lalu. Dalam laga tersebut, Kiromal berhadapan dengan Moch Rizky Samudra Dewantara dari Jawa Timur. Kiromal menunjukkan performa gemilang dengan mencatat waktu tercepat yakni 4,83 detik. Sementara itu, Rizky harus puas meraih medali perak dengan waktu 5,6 detik. Peraih medali perunggu, Rian Gordon Sitorus dari Sumatra Utara, berhasil mencatatkan waktu 4,96 detik. Ia berhasil mengalahkan Rahmad Adi Mulyono yang mengalami kegagalan atau *fall* dalam pertandingan. Kiromal menyatakan bahwa medali yang diraihnya kali ini didedikasikan untuk orang tua dan keluarganya. "Tanpa doa dari orang tua, saya tidak bisa mencapai seperti ini. Saya juga berterima kasih kepada masyarakat Jawa Tengah dan teman-teman saya," ungkapnya dengan penuh rasa syukur. Ketika ditanya mengenai pertandingan sebelumnya melawan Veddriq Leonardo di nomor yang sama, Kiromal mengungkapkan bahwa ia tidak memasang target khusus untuk mengalahkan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 tersebut. "Target utama saya adalah meraih medali emas di PON," jelasnya. Sebelumnya, Kiromal juga sempat meraih satu medali emas dan satu perunggu dalam PON XX yang diadakan di Papua. Kiromal juga menyebutkan bahwa di nomor *speed*, saat ini tidak ada jaminan bahwa atlet dari satu provinsi dapat dianggap paling cepat, mengingat catatan waktu para atlet dari berbagai provinsi terbilang cukup merata. "Di Indonesia, catatan waktu sudah cukup bersaing, jadi kami benar-benar harus fokus dan menjaga emosi saat bertanding," tuturnya. Sebagai informasi, Kiromal merupakan peraih medali perak di Pesta Olahraga Dunia 2022 dan juga meraih medali perak dalam Piala Dunia yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC) pada tahun 2021 dan 2022. Pada tahun 2022, ia pernah dinyatakan sebagai atlet panjat tercepat di dunia dengan catatan waktu terbaik mencapai 5,00 detik pada 8 Juli 2022 di Chamonix, Prancis. Pada PON XXI Aceh-Sumut, cabang olahraga panjat tebing mempertandingkan total 16 nomor, di mana empat di antaranya telah mencapai tahap final, termasuk *combined* (boulder and lead) perorangan untuk putra dan putri, serta *speed relay* untuk putra dan putri. Pertandingan ini diikuti oleh 26 provinsi yang mengirimkan total 188 atlet, terdiri atas 103 atlet putra dan 85 atlet putri. ANTARA