BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Habib H Said Ismail menyatakan, ia tidak ingin ada anak-anak di Kalimantan Tengah yang melaporkan gurunya karena tindakan mendidik sedikit keras. Tindakan seperti menjewer, mencubit atau sekadar memarahi melalui kata-kata menurut Wagub wajar untuk dilakukan jika anak berbuat kesalahan.
"Bapak tidak mau dengar ada anak di Kalteng ini melaporkan gurunya ke polisi karena dia dijewer," ucap Wagub di hadapan ratusan anak-anak yang mengikuti acara Nonton Bareng di Studio 21 Palma dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional, Rabu (27/7/2016).
Menurutnya, kalau guru masih marah-marah dengan mengeluarkan kata-kata, itu artinya guru masih sayang kepada siswanya. Guru tentu ingin anak-anak didiknya menjadi lebih baik.
"Kalau guru marah, berarti guru masih sayang pada anak-anak. Kalau guru sudah diam, itu artinya guru sudah tidak mau peduli lagi dengan masa depan anak-anaknya. Makanya kalau guru marah, menjewer, mencubit atau memukul sedikit itu artinya guru masih perhatian dengan masa depan kalian. Jangan dilawan," pesan Wagub lagi. (TESTI PRISCILLA/m)
Wagub Kalteng Tak Ingin Ada Murid Laporkan Guru Karena Mendidik Sedikit Keras
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







