**Borneonews - Pesisir Barat**, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat di Provinsi Lampung melaksanakan program Gerakan Pangan Murah (*GPM*) sebagai upaya untuk menstabilkan pasokan serta harga pangan. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Pekon Pelita Jaya, yang terletak di Kecamatan Pesisir Selatan.
Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal, menjelaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi bagi masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran pemerintah sangat penting untuk memastikan ketersediaan pangan yang memadai. Ia menekankan bahwa urusan pangan merupakan tanggung jawab negara, karena ketahanan pangan menjadi salah satu indikator kedaulatan suatu bangsa.
Agus Istiqlal juga menyoroti proyeksi peningkatan kebutuhan pangan dalam negeri seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Sayangnya, peningkatan ini belum diimbangi dengan produksi pangan domestik yang memadai. Ia menegaskan bahwa *GPM* merupakan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menstabilkan harga pangan serta mengendalikan inflasi.
Pentingnya program ini juga disampaikan oleh Bupati, yang memberikan apresiasi terhadap Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (*DKPP*) yang bertanggung jawab atas pelaksanaan *GPM*. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar komoditas pangan di Pesisir Barat berasal dari luar daerah, kecuali beberapa jenis komoditas seperti beras yang bisa dipenuhi dari dalam daerah sendiri.
Program *GPM* diketahui merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 500.1.2/510/SJ yang diterbitkan pada 26 Januari 2024. Surat tersebut berisi instruksi untuk mengendalikan harga dan stok pangan di berbagai daerah. Dengan mengikuti arahan Menteri Dalam Negeri, *GPM* diharapkan dapat dilaksanakan secara masif, terutama saat kondisi pasokan pangan tidak stabil serta inflasi yang tinggi.
Saat ini, Agus Istiqlal menegaskan bahwa ketersediaan beras masih memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, kondisi lahan pertanian di Pesisir Barat selama musim tanam gadu menunjukkan bahwa sebagian besar lahan masih dalam fase pertanaman, dan hanya sedikit yang sudah mencapai tahap panen.
Di pasar tradisional, harga beras medium saat ini mencapai sekitar Rp14.000 per kilogram, yang lebih tinggi daripada harga eceran tertinggi (*HET*) yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (*Bapanas*) sebesar Rp12.500 per kilogram. Selain itu, harga minyak goreng juga mengalami kenaikan, dengan HET kini menjadi Rp15.700 per liter, meningkat dari Rp14.000 per liter.
Kenaikan harga bahan pokok seperti telur, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan gula semakin menyulitkan masyarakat. Tingginya harga-harga tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, yang berkomitmen untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
ANTARA
Pemerintah Pesisir Barat Galakkan Gerakan Pangan Murah untuk Stabilitas Harga
Bagikan:

BANDAR LAMPUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







