BANJARMASIN –
**Borneonews - Balangan**, Bupati Balangan, Abdul Hadi, mengungkapkan bahwa terdapat 19 perguruan tinggi di Provinsi Kalimantan Selatan yang siap menampung masyarakat dari kabupaten tersebut untuk mengikuti perkuliahan secara gratis. Program ini merupakan bagian dari inisiatif beasiswa untuk 1.000 sarjana. Menurut Abdul Hadi, tujuan utama dari program beasiswa ini adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat Balangan untuk melanjutkan pendidikan mereka di beberapa kota, termasuk Banjarmasin, Banjarbaru, dan Hulu Sungai Utara, serta di daerah Balangan sendiri. Ia menjelaskan, setiap warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Balangan berhak untuk mendapatkan beasiswa ini, asalkan memiliki niat untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana. Program beasiswa 1.000 sarjana diharapkan dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi di tengah masyarakat Balangan. Dengan pendidikan yang lebih baik, diharapkan akan ada peningkatan skill dan kapasitas warga untuk berkontribusi secara maksimal di daerah mereka. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Balangan, Hilmi Arifin, menambahkan bahwa pemerintah kabupaten telah menjalin kerja sama dengan 19 perguruan tinggi di Kalimantan Selatan untuk menyediakan kesempatan pendidikan bagi masyarakat setempat dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah. Hilmi menjelaskan bahwa pihaknya hanya mencakup biaya *uang kuliah tunggal* (UKT), yang akan dibayarkan langsung oleh Pemkab Balangan kepada pihak kampus, sehingga mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya tersebut. Untuk mendaftar dalam program ini, masyarakat diharuskan untuk mendaftarkan diri di perguruan tinggi yang mereka pilih. Setelah itu, Pemkab Balangan akan meminta data dari kampus terkait untuk proses pendataan lebih lanjut. Berdasarkan data yang ada, Hilmi juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 3.000 pendaftar untuk program kuliah gratis, dengan sebagian besar berasal dari masyarakat di daerah Balangan. Program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terdidik di daerah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Balangan. ANTARA