BORNEONEWS, Kasongan - Masyarakat Kabupaten Katingan diimbau agar tidak mudah terprovokasi adanya isu-isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Demikian dikemukakan Aisten I Setda Katingan Jainudin Sapri yang mewakili Bupati Ahmad Yantenglie pada acara pertemuan Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan Beragama Se-Katingan, di Losmes Citra Katingan, Rabu (27/7/2016).

"Saya sampaikan kepada para peserta yang mengikuti kegiatan ini agar jangan mudah percaya dengan isu SARA ini, sebab isu-isu yang tak jelas sumbernya akan menyesatkan masyarakat," sebut Jainudin Sapri.

Menurutnya, kerukunan umat beragama merupakan agenda strategis sebagai fondasi ideal untuk melatakkan segenap upaya bersama mewujudkan cita-cita berbangsa dan bernegara. Tanpa kerukunan yang terjalin baik maka berbagai program pembangunan bangsa akan menemui jalan buntu.

Pada tatanan inilah kerukunan umat beragama harus diupayakan bersama oleh segenap elemen bangsa yang sadar akan pentingnya pembangunan karakter dan budaya rukun.

"Berbagai upaya telah kita lakukan, tapi disadari juga masih banyak upaya lagi yang harus dilakukan untuk memperkuat kerukunan dibidang keagamaan, akhir-akhir ini kita dihadapkan pada fakta masih banyaknya permasalahan diakat rumput berkaitan dengan membangun kerukunan antar umat beragama, termasuk dalam pendirian rumah ibadah," katanya.

Semuanya ini adalah tugas dan tanggungjawab semua pihak. Menurut Jainudin, pemeliharaan kerukunan umat beragama di Katingan telah menjadi tugas dan kewajiban pemerintah daerah serta menjadi tanggung jawab bersama umat beragama.

Kepala Kesbang Linmas Katingan, Ahmad Muntu mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti perwakilan di 13 wilayah kecamatan yang ada.

"Tujuan utamanya acara ini adalah untuk menciptakan suasana kondusif ditengah masyarakat dan mengingatkan kepada warga agar tidak mudah percaya isu-isu SARA," katanya. (ABDUL GOFUR/m)