JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan mampu mencapai target Pembangunan Berkelanjutan *Sustainable Development Goals* (SDGs) pada tahun 2030. Hal ini semakin diperkuat dengan peningkatan peringkat Indonesia yang kini berada di posisi 75 pada tahun 2023, naik dari posisi 102 pada tahun 2019. Dalam sambutannya pada *the 8th International Conference Postgraduate School* yang berlangsung secara daring di Universitas Airlangga, di Jakarta, Rabu, Airlangga menjelaskan bahwa 76 persen indikator dalam SDGs telah tercapai di tanah air. Pencapaian tersebut menjadi landasan dalam upaya pemerintah untuk mengakselerasi kemajuan menuju tujuan pembangunan yang berkelanjutan. SDGs mencakup 17 sasaran atau *goals* yang didistribusikan dalam empat pilar, berfokus pada penghapusan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, serta perlindungan terhadap lingkungan. Dalam mengatasi tantangan ini, pemerintah berupaya mengembangkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan ramah lingkungan melalui tiga mekanisme utama. Strategi pertama adalah revitalisasi mesin ekonomi konvensional. Ini melibatkan penguatan sektor-sektor yang telah menunjukkan kinerja baik, diantaranya pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, peningkatan kolaborasi ekonomi internasional, serta reformasi struktural yang berkualitas. Selain itu, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Strategi kedua melibatkan pengembangan mesin ekonomi baru. Pemerintah sedang memanfaatkan peluang yang ada melalui berbagai sektor baru, seperti hilirisasi industri, akselerasi digitalisasi, pengembangan bioteknologi, dan transisi energi yang berkelanjutan. Ketiga, pemerintah berfokus pada penguatan mesin ekonomi Pancasila dengan memperkuat perlindungan sosial. Hal ini dilakukan untuk melindungi masyarakat yang rentan dengan program-program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta program *cash for work*. Dalam kerangka Pilar Pembangunan Sosial, pemerintah juga menyiapkan sejumlah program perlindungan sosial, termasuk bantuan langsung tunai. Usaha terus dilakukan untuk mempertahankan daya beli di semua lapisan masyarakat, termasuk kelas menengah. Airlangga menekankan pentingnya memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta meningkatkan kewirausahaan melalui dukungan KUR. Upaya juga dilakukan untuk meningkatkan aset produktif bagi masyarakat yang kurang beruntung melalui akses kepemilikan dan pengelolaan lahan, dengan mendukung Perhutanan Sosial dan Reforma Agraria. Di sisi lain, Airlangga memberikan apresiasi kepada Universitas Airlangga yang telah berperan penting dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Ia berharap pertemuan tersebut bisa menghasilkan pemikiran dan masukan yang konstruktif untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. "Capaian-capaian positif ini harus terus ditingkatkan. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, termasuk melalui Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2022 mengenai SDG Bond untuk mendanai proyek-proyek strategis yang meningkatkan kualitas sektor kesehatan, pendidikan, dan akses telekomunikasi. Saya optimis bahwa Indonesia dapat mencapai target SDGs pada tahun 2030 dengan dukungan sinergi dari berbagai pihak, termasuk Universitas Airlangga," tutupnya. ANTARA