**Borneonews - Jakarta**, Dokter spesialis anak dari RS Dr. Ben Mboi Kupang, dr. Winda Yanuarni Meye, membagikan sejumlah tips untuk membantu orang tua dalam mengajarkan anak berbicara. Beberapa saran yang disampaikan termasuk pentingnya melakukan kontak mata, penggunaan bahasa baku, serta memperkenalkan aktivitas menyanyi.
Dalam sebuah siaran pers yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, Winda menjelaskan bahwa dalam tahapan perkembangan anak, ada empat aspek penting yang harus diperhatikan, salah satunya adalah bahasa dan keterampilan berbicara. Ia menekankan bahwa salah satu cara anak belajar adalah dengan meniru. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan proses belajar ini, sangat penting untuk menjaga kontak mata saat berbicara dengan anak.
Winda memberikan contoh bahwa ketika orang dewasa berbicara kepada anak sambil berdiri, anak yang lebih kecil mungkin tidak dapat melihat wajah mereka atau gerakan bibir. Hal ini membuat anak tidak mampu meniru apa yang didengar, karena suara yang masuk tanpa ada visualisasi dapat menyebabkan kebingungan. "Anak akan hanya mendengar suara tanpa bisa melihat cara pengucapan yang benar, sehingga sulit bagi mereka untuk merespon," tuturnya.
Lebih lanjut, Winda merekomendasikan agar orang tua menggunakan bahasa baku saat mengajarkan anak berbicara. Ia berpendapat bahwa menggunakan istilah yang tepat, seperti 'makan' daripada istilah tidak resmi seperti 'mamam' atau 'maem', akan membantu anak memahami kosakata dengan lebih baik tanpa menimbulkan kebingungan.
Winda juga menyarankan untuk tidak membiasakan anak dengan berbagai bahasa sekaligus, tetapi fokus terlebih dahulu pada bahasa ibu. Setelah anak mulai nyaman dengan bahasa ibunya, barulah diperkenalkan bahasa lain, termasuk bahasa daerah. Secara umum, pengajaran bahasa kedua biasanya dapat dilakukan setelah anak berusia dua tahun.
Selain itu, aktivitas menyanyi juga dianggap sangat penting dalam proses pembelajaran anak. "Menyanyi bagi anak adalah proses pembelajaran yang kompleks, di mana mereka harus memahami kata-kata dan merangkainya dalam kalimat, lalu menyanyikannya dengan nada yang tepat," kata Winda. Oleh karena itu, memutar lagu-lagu anak bisa menjadi salah satu cara yang efektif untuk memberikan stimulus belajar.
Winda mengungkapkan bahwa dalam usia 24 bulan atau sekitar dua tahun, anak-anak biasanya sudah mulai dapat merangkai kata-kata yang dapat dimengerti oleh orang dewasa, seperti mengucapkan kalimat sederhana seperti "ayah main" atau "ibu sapu".
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan agar orang tua membatasi penggunaan gawai untuk anak. Hal ini penting karena penggunaan gawai biasanya tidak memberikan komunikasi dua arah yang bermanfaat bagi perkembangan anak. Winda merekomendasikan agar gawai digunakan untuk kegiatan yang interaktif, seperti melakukan *video call* dengan anggota keluarga yang berada jauh. "Ini bisa menjadi cara yang baik untuk tetap terhubung dan berkomunikasi," tuturnya.
ANTARA
Tips Mengajari Anak Berbicara, Pentingnya Kontak Mata dan Menyanyi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Seruyan Tekankan Ketahanan Pangan dan Harga Sembako Terjangkau
Ekonomi Palangka Raya Terganggu Akibat Karhutla Berkepanjangan
Balai Bahasa Kalteng Gelar Webinar Etnisitas dan Ekologi Bahasa, Hadirkan Pakar Malaysia
Petani Rakumpit Gagal Panen Akibat Diserang Karhutla
Kadistanketpang Palangka Raya Tinjau Penyiapan Lahan Penangkaran Rusa di Kanarakan
Pemprov Kalteng Siapkan Bantuan Pangan untuk Hampir 5.000 Penerima Terdampak Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







