YOGYAKARTA –
**Borneonews - Sleman**, Pemerintah Kabupaten Sleman yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta baru-baru ini mengadakan pertemuan kemitraan antara pelaku usaha besar dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu UMKM naik kelas dan meningkatkan daya saing mereka di pasar. Acara yang berlangsung pada hari Rabu ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara pelaku usaha besar dan UMKM. Selain itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, juga memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang telah menjalin kemitraan. Dalam kesempatan tersebut, Danang menyerahkan sertifikat kepada delapan belas pelaku usaha besar sebagai ungkapan terima kasih atas kontribusi mereka dalam kemitraan dengan UMKM. Lebih lanjut, plakat penghargaan juga diberikan kepada empat pelaku usaha besar yang telah secara konsisten menjalin kemitraan dengan UMKM. Danang menegaskan bahwa acara ini merupakan wujud kesungguhan Pemkab Sleman dalam memajukan sektor UMKM di daerah tersebut. Danang mengemukakan harapannya agar melalui pertemuan kemitraan ini, terciptanya kolaborasi yang saling menguntungkan dan saling memperkuat antara pelaku usaha besar dan UMKM di Sleman. "Kegiatan ini akan memperkuat komitmen kita untuk meningkatkan kerjasama dan sinergi dalam mengembangkan UMKM, memberdayakan masyarakat, serta memaksimalkan potensi lokal dan pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Danang. Dalam pidatonya, Danang juga mendorong para pelaku UMKM di Sleman untuk terus berinovasi dan beradaptasi dalam menciptakan produk yang memenuhi kebutuhan dan selera pasar. Ia percaya bahwa langkah ini dapat menarik lebih banyak pembeli, yang pada gilirannya diharapkan akan meningkatkan volume transaksi UMKM. "Semoga kegiatan hari ini dapat memotivasi para pelaku UMKM untuk selalu berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika yang ada di masyarakat. Dengan upaya ini, UMKM di Sleman diharapkan dapat semakin eksis dan berkembang," katanya dengan penuh harapan. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, Retno Susiati, menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan pendampingan kepada tiga puluh pelaku usaha besar yang secara langsung bekerja sama dengan dua ratus dua puluh dua UMKM di wilayah tersebut. Bentuk kemitraan yang terjalin mencakup berbagai aspek, seperti jasa, penyediaan barang, hingga pembelian produk. "Usaha ini diharapkan dapat meningkatkan pemerataan kesempatan serta kontribusi UMKM dalam mendongkrak perekonomian kabupaten. Selain itu, hal ini juga dimaksudkan untuk memastikan keberlanjutan usaha yang saling menguntungkan antara UMKM dan pelaku usaha besar," jelas Retno. Di samping penandatanganan kerja sama, DPMPTSP juga memfasilitasi pelaku usaha dengan kegiatan sosialisasi yang berfokus pada pengembangan usaha melalui pola kemitraan, digitalisasi pemasaran, dan diskusi praktik terbaik dalam kemitraan usaha. ANTARA