SAMARINDA –
**Borneonews - Kutai Timur**, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur di Kalimantan Timur telah mengambil langkah penting dengan memperpanjang masa pendidikan gratis hingga 13 tahun. Kebijakan ini berlaku mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa tujuan dari kebijakan ini adalah untuk memberikan akses yang lebih luas bagi anak-anak di Kutai Timur dalam memperoleh pendidikan gratis sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan tidak seharusnya dimulai hanya dari jenjang Sekolah Dasar, melainkan dari tingkat PAUD. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Kutai Timur yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya, terutama setelah dampak pandemi yang mempengaruhi sektor pendidikan. Pemkab Kutai Timur juga telah mengalokasikan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 untuk sektor pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan peluang lebih besar dalam peningkatan kualitas pendidikan di Kutai Timur, memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang adil untuk belajar dan berkembang. Ardiansyah menambahkan bahwa Pemkab berkomitmen untuk kembali mengoptimalisasi sistem pengajaran. Hal ini akan dilakukan melalui dukungan penuh untuk pembangunan infrastruktur pendidikan serta peningkatan kualitas tenaga pendidik. Ia menekankan pentingnya sarana dan prasarana yang memadai, termasuk gedung yang layak untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Bupati juga mengingatkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas fisik, melainkan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, terutama para pengajar. Dengan upaya ini, diharapkan pendidikan di Kutai Timur dapat meningkat secara signifikan, memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak dan masyarakat di daerah tersebut. ANTARA