JAKARTA –
**Borneonews - Deli Serdang**, Tim boling dari Aceh berhasil meraih dua medali perunggu meskipun ini menjadi pengalaman perdana mereka dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara, yang dilaksanakan di GOR Bowling Hj Rayati Syafrin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Rabu. Salah satu peboling Aceh, Zulfidarni, mengungkapkan bahwa kepengurusan Persatuan Boling Indonesia (PBI) Provinsi Aceh baru terbentuk pada tahun 2021. Tim ini terdiri dari tujuh atlet yang terbagi menjadi tiga putri dan empat putra. Pelatihan bersama baru dimulai pada tahun 2023. “Proses pengumpulan atlet cukup menantang. Kami berusaha keras untuk mengajak atlet bergabung dan akhirnya berhasil berkumpul pada tahun 2023,” ungkap Zulfidarni setelah menerima medali perunggu bersama rekannya Sri Zuniarty dalam kategori ganda putri. Zulfidarni juga menambahkan bahwa untuk mempersiapkan PON XXI, timnya berpartisipasi dalam beberapa kompetisi lain yang diadakan di Jakarta dan Palembang. Dari pengalaman tersebut, mereka berhasil meraih beberapa prestasi, termasuk medali perunggu, dan ini meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk bertanding di PON tahun ini. “Dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan PBI Aceh sangat berarti bagi kami dalam perjuangan ini,” jelasnya. Ia berharap fasilitas boling akan dibangun di Aceh, sehingga pengembangan dan regenerasi atlet dapat berlangsung dengan baik. Keduanya merasa bangga dengan pencapaian ini, khususnya karena tim ganda putra juga berhasil meraih medali perunggu, sehingga nama Aceh dapat terangkat di podium penghargaan. Sri Zuniarty, pasangan Zulfidarni, mengatakan mereka tidak merasa tertekan meski harus bersaing dengan atlet-atlet muda yang penuh prestasi. “Kami hanya fokus untuk cara bermain yang nyaman dan tidak terlalu terbebani oleh lawan-lawan yang memang berpengalaman,” jelasnya. Sri juga menyadari bahwa tim mereka masih memiliki sedikit pengalaman dalam pertandingan skala nasional, sehingga ke depan mereka akan lebih banyak mengikuti kompetisi bergengsi. “Saya sangat bersyukur, kami berhasil memenuhi target untuk membawa pulang medali. Rasanya sangat menyenangkan terutama saat bisa bersaing dengan Jawa Barat di tahapan penyisihan,” imbuhnya dengan semangat. Sri juga menyampaikan bahwa pelatih meminta mereka untuk bermain dengan santai dan penuh fokus. Dalam pertandingan semifinal kategori ganda putri, Zulfidarni dan Sri Zuniarty harus mengakui keunggulan pasangan dari Jawa Timur, Sharon Limansantoso dan Tannya Roumimper, yang berhasil menjadi runner up di final. Dalam babak empat besar, mereka kalah dua gim berturut-turut dalam sistem *best of three*. Di sisi lain, ganda putra Aceh yang diwakili oleh Dony Rahmadiano dan Indra Lesmana juga mengalami nasib serupa, kalah dari pasangan Oscar dan Hardy Rachmadian dengan skor 1-2. Meskipun tampil baik dan menang pada gim pertama, keduanya harus mengakui keunggulan lawan di gim kedua dan ketiga. Dengan demikian, Dony dan Indra pun harus puas membawa pulang medali perunggu. Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, terdapat 77 peboling, terdiri dari 44 atlet putra dan 33 putri dari 10 provinsi, yang bersaing untuk meraih gelar juara di cabang olahraga boling. Pertandingan diadakan di GOR Hj Rayati Syafrin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, berlangsung dari 7 hingga 19 September. ANTARA