JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dinas Kesehatan Jakarta menegaskan bahwa bakteri *Wolbachia* tidak dapat ditularkan dari nyamuk *Aedes aegypti* kepada manusia maupun nyamuk lainnya. Hal ini disampaikan oleh Dr. Maryati Kasiman, kepala sementara bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Jakarta, dalam sebuah seminar daring yang berlangsung pada hari Rabu. Dr. Kasiman menjelaskan bahwa telur nyamuk *Aedes aegypti* yang terinfeksi *Wolbachia* tidak ditularkan melalui proboscis mereka. Dengan demikian, manusia yang digigit oleh nyamuk *Aedes aegypti* yang membawa *Wolbachia* tidak akan terjangkit penyakit tertentu. Menurutnya, nyamuk yang terinfeksi *Wolbachia* memiliki penampilan yang serupa dengan nyamuk *Aedes aegypti* yang tidak membawa bakteri ini, sehingga masyarakat tidak dapat membedakannya secara kasat mata. Meskipun demikian, Dr. Kasiman mengingatkan masyarakat agar tidak merasa khawatir. Ia menjelaskan bahwa *Wolbachia* merupakan bakteri alami yang ditemukan pada 60 persen serangga dan tidak menginfeksi manusia atau vertebrata lainnya, serta tidak membahayakan baik bagi manusia maupun hewan. Saat ini, pemerintah Jakarta sedang mempersiapkan penempatan 1.400 ember berisi telur nyamuk *Aedes aegypti* yang mengandung bakteri *Wolbachia* di kawasan North Kembangan, Jakarta Barat, pada tanggal 27 September 2024. Pemantauan terhadap perkembangbiakan nyamuk di area tersebut akan dilakukan setiap dua minggu sekali. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kasus demam berdarah di kota ini, ungkap Dr. Kasiman. Ia juga menambahkan bahwa program ini merupakan inovasi tambahan dalam penanggulangan demam berdarah. Sebelumnya, pemerintah telah melaksanakan upaya pengendalian sarang nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air. Selain itu, larvicidasi juga dilakukan dengan menyebarkan bubuk larvasida pada tempat-tempat penampungan air, serta penyemprotan insektisida. "Selama program PSN, biasanya dilakukan pemeriksaan untuk mengecek ember atau tempat penampungan air, kecuali pada ember yang berisi telur nyamuk dengan *Wolbachia*. Tempat penampungan air lainnya harus dikuras dan disikat," tandasnya. ANTARA