BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pangkalan Bun - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kotawaringin Barat berencana menggunakan kendaraan angkutan kota (angkot) di dalam kota Pangkalan Bun untuk mengantar jemput anak-anak sekolah.
Hal itu dilakukan karena kondisi angkot saat ini kurang produktif di dalam kota. Bahkan, dari 11 trayek, kini hanya menyisakan dua trayek saja yang beroperasi.
"Ke dapan kami akan menjadikan angkot sebagai angkutan anak-anak sekolah," kata Kadishubkominfo Kobar Petrus Rinda, Rabu (27/7/2016).
Petrus menjelaskan, angkutan anak sekolah saat ini hanya tersedia satu unit bus saja. Jumlah itu tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan antar jemput anak sekolah.
"Bus yang ada hanya melayani SMP 7. Selebihnya anak-anak sekolah ini menggunakan sepeda motor dan diantar jemput orang tuanya," jelas dia.
Selain menambah sarana untuk antarjemput anak sekolah, rencana itu juga untuk meminalisir penggunaan kendaraan pribadi yang dipakai anak-anak sekolah. Sebab rata-rata mereka masih belum cukup umur untuk mengendrai sepeda motor di jalan raya.
"Ini juga sekaligus untuk mencegah menyebarnya penggunaan roda dua oleh anak-anak sekolah yang belum saatnya, selain itu juga untuk meringankan beban orang tua dalam mengantar jemput anak-anak mereka, terlebih orang tua ini sebagai PNS," terangnya.
Rencana itu diamini oleh salah satu sopir angkot. "Saya sangat setuju rencana itu, selain menambah penghasilan, kami juga memiliki penumpang tetap," kata Supriadi.
Dishub saat ini akan merumuskan, biaya angkutan sekolah dengan angkot itu akan ditanggung oleh pemerintah atau pihak ketiga. (CECEP HERDI/m)








