JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Tim Kolaborasi Nasional (TKN) Fanta baru saja meluncurkan sebuah gerakan bernama "Muda Menyala." Inisiatif ini dikhususkan sebagai sarana bagi anak-anak muda untuk menyalurkan kreativitas mereka dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Komandan TKN Fanta, Arief Rosyid Hasan, menjelaskan bahwa fokus utama gerakan ini adalah mendorong sebanyak mungkin generasi muda untuk tampil ke depan. Mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara. Peluncuran gerakan ini berlangsung di Fanta Headquarters di Jakarta, pada suatu sesi yang disebut *soft-launching*. Arief menegaskan bahwa "Muda Menyala" bukanlah sekadar wadah untuk kampanye politik menjelang pemilihan kepala daerah serentak yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024. Dia menekankan bahwa gerakan ini terbuka untuk semua anak muda dan bertujuan untuk menjadi sarana yang nyata bagi pembangunan sumber daya manusia yang berusia muda. Hal ini sejalan dengan berlangsungnya pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam konteks ekonomi, TKN Fanta optimis bahwa perekonomian di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran dapat mencapai pertumbuhan hingga delapan persen. Arief merasakan tanggung jawab moral untuk memastikan suksesnya pemerintahan ini dalam periode 2024 hingga 2029, terutama mengingat kemenangan Prabowo-Gibran dalam pemilihan presiden pada 14 Februari 2024 lalu, yang diraih hingga 58 persen, didukung oleh suara generasi muda. Dia menyatakan bahwa peran TKN Fanta sangat penting untuk mengajak pemuda mendukung Paslon 02. Tanggung jawab TKN Fanta adalah untuk memastikan bahwa dalam lima tahun ke depan, Prabowo dapat memimpin Indonesia dengan baik, bahkan berharap untuk sepuluh tahun ke depan. Dia juga menyuarakan aspirasi untuk mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan di masyarakat. Arief kemudian menggarisbawahi bahwa keberadaan anak-anak muda tidak terbatas pada kota-kota besar saja, melainkan juga mencakup daerah pedesaan. Dalam upaya menjangkau mereka, TKN Fanta mendirikan sebuah klaster baru yang dinamakan Fanta Village, yang bertujuan untuk mengembangkan pertanian di kalangan generasi muda. Fanta Village telah memberikan pelatihan kepada petani muda di Bogor, Jawa Barat, dan beberapa di antara mereka bahkan telah dikirim ke Jepang untuk mempelajari metode pertanian yang lebih baik. Taufan Teguh Akbari, salah seorang co-founder gerakan "Muda Menyala," menambahkan bahwa inisiatif ini menjadi nafas utama untuk memperjuangkan sistem meritokrasi. Dia berpendapat bahwa sistem tersebut dalam dunia kepemimpinan saat ini belum sepenuhnya terangkum. Melalui platform ini, diharapkan dapat menciptakan tokoh-tokoh hebat dari daerah yang dapat dikenal atas kompetensinya. Taufan juga mengingatkan bahwa para pemerintah daerah yang memiliki program pengembangan wilayah seharusnya dapat memanfaatkan talenta-talenta muda yang ada. "Muda Menyala" akan memberikan bukti-bukti kemampuan mereka selama berada di daerah masing-masing. Dia menjelaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk mendorong partisipasi anak-anak muda secara konkret, sehingga dapat berperan dalam menciptakan budaya dan tumbuhnya sistem meritokrasi di Indonesia. Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pakar Prabowo-Gibran, Prof. Burhanudin Abdullah, memberikan apresiasi kepada TKN Fanta atas usaha yang dilakukan untuk mewujudkan meritokrasi di Indonesia. Ia meyakini bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran akan menempatkan meritokrasi sebagai prinsip utama selama lima tahun ke depan. Akhir kata, Burhanudin menekankan bahwa keyakinan ini bakal menjadi landasan bagi masyarat untuk lebih percaya pada diri sendiri, masa depan, dan bangsa Indonesia, menjadikan generasi muda sebagai harapan untuk membuat negeri ini menjadi lebih baik. ANTARA