BANDUNG –
**Borneonews - Cirebon, Jawa Barat**, Pemerintah Kota Cirebon, yang terletak di Jawa Barat, telah mengambil langkah signifikan dengan menyediakan ruang khusus di Mal UKM Cirebon untuk memamerkan produk-produk yang dihasilkan oleh warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) setempat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap karya mereka serta memberikan dukungan ekonomi kepada para narapidana yang sedang menjalani masa hukuman. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kemitraan dengan Lapas Kelas I Cirebon untuk mendisplay produk-produk hasil karya warga binaan. Ia menjelaskan bahwa sejumlah produk dari lapas tersebut sudah terdaftar dalam *e-katalog*, yang akan memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi mengenai barang-barang yang tersedia. "Warga binaan di lapas menghasilkan berbagai jenis produk berkualitas yang siap untuk dijual, mulai dari kaos, produk konveksi, hingga kerajinan tangan yang unik," jelas Iing. Sejak sebulan lalu, terdapat sembilan jenis produk yang telah dipajang di Mal UKM Cirebon. Produk-produk ini memiliki ciri khas tersendiri, sehingga dapat menarik perhatian warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung. Iing menekankan bahwa kualitas produk dari warga binaan sangat baik, dan pihaknya telah berkomunikasi dengan pengelola lapas untuk memastikan bahwa produk-produk tersebut mendapatkan promosi yang lebih luas. "Kami menyediakan area khusus di mal untuk memamerkan produk-produk warga binaan," tuturnya. Salah satu tujuan dari inisiatif ini adalah untuk memotivasi warga binaan agar terus mengembangkan keterampilan yang mereka miliki. Iing berharap, setelah mereka menyelesaikan masa hukuman, mereka dapat menerapkan keterampilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan mencari nafkah. Untuk itu, dukungan terhadap program pelatihan dan pembinaan yang diadakan oleh Lapas Kelas I Cirebon sangat penting. "Proyek ini diharapkan dapat membantu mereka untuk menyalurkan keterampilan yang diperoleh, sehingga dapat mendukung kehidupan setelah dibebaskan," tambahnya. Selanjutnya, Iing juga mengungkapkan rencana untuk memajang produk hasil karya penyandang disabilitas di Mal UKM Kota Cirebon. Ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal dan perluasan akses pasar. Selain memfasilitasi promosi produk, DKUKMPP Kota Cirebon berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lainnya. Mereka melakukan berbagai upaya, seperti memberikan pelatihan kewirausahaan, memfasilitasi permodalan, serta memperluas akses pasar melalui pameran baik lokal maupun nasional. "Dalam mendukung UMKM, kami tidak hanya memberikan ruang promosi di Mal UKM, tetapi juga menyelenggarakan pelatihan bagi pelaku usaha kecil. Hal ini penting agar mereka mampu bersaing di era digital yang semakin berkembang,” kata Iing. Dengan berbagai langkah ini, diharapkan para pelaku usaha berskala kecil dapat berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian lokal. ANTARA